Selasa, 24 Oktober 2017

Menikmati Udara Sejuk Di Pagi Hari Di Pura Besakih, Bali

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/menikmati-udara-sejuk-di-pagi-hari-di-pura-besakih-bali

Bali sejak dulu selalu menjadi destinasi favorit turis asing ketika long weekend. Juga turis lokal mulai menyukai Pulau Dewata sebagai salah satu tujuan wisata spiritual yang saat ini mahsyur dikunjungi oleh wisatawan asing sehingga disebut sebagai pulau surga, Bali memiliki banyak pemandangan menawan yang sulit ditemukan atau dibandingkan di tempat lain. Semua tempat wisata dikenal memiliki akses mudah dan akomodasi yang memadai serta fasilitas lainnya. Sebagai destinasi wisata spiritual paling populer, Bali mempunyai segalanya yang anda inginkan dengan tujuan untuk menghilangkan stres, anda bisa mengikuti paket wisata yoga, kunjungan wisata ke pura–pura sebagai destinasi wisata spiritual di mana mayoritas warga Bali dikenal sebagai pemeluk agama Hindu, wisata alam seperti pantai–pantai yang cantik dan pegunungan menawan, hingga wisata kuliner dan seni budaya sehingga membuat banyak turis merasa tertarik untuk berkunjung lagi ke Pulau Dewata.

Apabila anda hendak berwisata ke Bali, disarankan sebaiknya memasukkan Pura Besakih dalam travel plan anda karena dari semua pura–pura yang berdiri anggun dan cantik yang ada di Bali, diperkirakan mencapai 11.000 pura besar dan kecil, maka Pura Besakih tercatat sebagai satu–satunya pura terbesar, berada di lokasi yang tertinggi yaitu di lereng Gunung Agung sebagai gunung tertinggi di Pulau Bali dan dianggap sebagai salah satu pura yang paling suci karena berada di daerah yang dianggap sebagai pusat penyebaran agama Hindu pertama di Bali.

Besakih, Temple, Indonesia, Bali, Asia, History
Gambar : pemandangan alam di waktu pagi hari yang sejuk dengan latarbelakang Gunung Agung yang menjulang tinggi diselimuti oleh kabut tipis

Jalur Alternative Menuju Pura Besakih – Bali
Pura Besakih ataupun Pura Penataran yang berlokasi di Kabupaten Karangasem di lereng Gunung Agung, memiliki jarak tempuh sekitar 90 km dan 2.5 jam perjalanan dari Denpasar–Karangasem. Jika anda hendak melakukan perjalanan wisata spiritual ke Pura Besakih (terutama bagi umat Hindu dan Budha yang berasal dari luar Pulau Bali), sebaiknya berangkat pagi hari melalui Gianyar dan pulang melalui Ubud di mana anda bisa melihat pemandangan alam berupa area persawahan yang menghijau dengan udara sejuk sambil beristirahat di villa–villa kecil di sekitar tempat itu guna menyaksikan pemandangan Gunung dan Danau Batur melalui Bukit Jambul.

Peraturan Memasuki Pura Besakih–Bali
Seperti dijelaskan di atas bahwa Pura Besakih adalah salah satu pura yang paling suci berlokasi di salah satu desa di Karangasem, Bali tepatnya di kaki Gunung Agung yang dikeramatkan oleh pemeluk agama Hindu di Bali hingga luar Pulau Bali, maka anda sebagai pengunjung juga harus menghormati adat-istiadat dan kepercayaan yang mereka yakini tersebut. Peraturan penting yang wajib diingat untuk dipatuhi oleh pengunjung adalah bagi wanita yang sedang dalam masa menstruasi, mereka dilarang untuk memasuki wilayah Pura Besakih karena kondisi ini dianggap sedang dalam keadaan kurang sehat atau tidak bersih. Sebaiknya turuti saja dan jangan melanggar peraturan ini karena jika anda melanggar maka kemungkinan akan mengalami hal–hal yang kurang menyenangkan. Usahakan datanglah pada saat tubuh anda dalam keadaan bugar dan sehat karena anda akan melewati perjalanan yang cukup panjang di mana area pura dikenal sebagai tempat persembahyangan yang paling disucikan di Bali.

Beberapa aturan lain yang wajib untuk dipatuhi bagi anda yang berminat berkunjung ke Pura Besakih adalah wajib menggunakan kain batik khas Bali sebagai penutup tubuh pada bagian bawah. Untuk laki-lakinya, kenakan kain sarung, untuk wanita bisa menggunakan kain pantai yang santai dengan motif batik gambar bunga atau pohon–pohon liar di hutan, lengkapi dengan selendang dan bagi yang tidak membawa kain dan selendang bisa menyewa di sekitar area art shop yang berada di luar gerbang pura. Biaya sewa hanya Rp. 5.000,- per orang.

Mendekati hari raya keagamaan umat Hindu/odalan–odalan besar, Pura Besakih banyak dikunjungi oleh umat Hindu dan wisatawan di waktu malam hari khususnya warga Bali yang tinggal jauh dari lokasi pura bahkan dari luar Pulau Bali, mereka lebih memilih untuk datang setelah jam kantor di siang hari guna melaksanakan persembahyangan bersama yang lebih khusyuk pada waktu malam hari. Menurut mereka, Pura Besakih di malam hari terlihat sangat indah apalagi ketika dihiasi oleh terangnya lilin dan lampu, seperti suasana pesona alam menjelang perayaan Natal dan tahun baru di Eropa.

Tanggal 17 Agustus adalah waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan wisata spiritual karena bertepatan dengan dilakukannya upacara keagamaan berupa odalan kecil yang didukung oleh cuaca sedang sangat baik, tidak sedang hujan dan udara di sekitar pura terlihat cerah dan sejuk.

Pura Besakih dari kejauhan terlihat megah dan kokoh dengan latar belakang pemandangan alam berupa puncak Gunung Agung yang kadang–kadang bersalju jika udara sedang musim dingin. Kabut bisa turun ke kaki bukit dan menutupi puncak gapura yang menjulang tinggi menghadap awan yang terlihat bersih, udara akan sangat dingin, maka disarankan untuk mengenakan pakaian sopan yang tebal sehingga anda merasa nyaman ketika jalan–jalan mengelilingi area pura yang sangat luas. Pura Besakih terlihat indah setelah selesai musim hujan karena udara di sekitarnya terasa sangat sejuk dan kabut mulai menipis maka tampillah sebagian pemandangan alam yang menghijau, beberapa burung hutan asyik bertengger di dahan pohon cemara, akan memberi kesan terharu bagi anda yang menikmatinya pada waktu pagi hari.

Dengan udara yang sejuk cenderung dingin dan pemandangan Pegunungan Batukaru nun jauh di kaki langit serta sawah yang terhampar luas di sekitarnya, menjamin mampu menemani anda untuk bersantai, melakukan meditasi atau yoga di pagi hari dengan balutan udara yang sejuk lalu akhiri dengan bersantap makan siang di L’Altitude, sebuah rumah makan yang menyajikan sajian Nusantara di tengah hamparan sawah milik pengelola rumah makan, kebersihan dan sanitasi tetap terjaga serta area parkir yang luas, akan mengakhiri perjalanan wisata spiritual anda yang penuh kesan ke Pura Besakih.

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar:
https://pixabay.com/en/besakih-temple-indonesia-bali-asia-688759/


Related Posts :