Kamis, 01 Juni 2017

Menikmati Wisata Spiritual Ke Pura Batu Bolong Di Lombok

Sejarah keberadaan Pura Batu Bolong adalah tak lepas dari perjalanan seorang pendeta Hindu yang berasal dari Jawa Timur, Dang Hyang Dwijendra, menuju ke Pulau Lombok untuk keperluan penyebaran agama dengan melakukan perjalanan jauh melalui laut dari Jawa ke Bali dan selanjutnya ke Lombok. Beliau suka berpindah – pindah tempat dan kerap melakukan perjalanan jarak jauh untuk mengelilingi pantai selatan Pulau Bali, dilanjutkan perjalanan spiritual ke kawasan Bali Utara. Seperti Pura Pulaki hingga ke Pura Ponjok Batu, sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Lombok.

Di daerah Ponjok Batu inilah Dang Hyang Dwijendra disebutkan berhasil menolong beberapa orang bendega atau nelayan perahu yang karam berdekatan dengan Pantai Ponjok Batu. Para bendega asal Lombok yang diselamatkan beliau ini selanjutnya turut mengantarkan Dang Hyang Dwijendra yang juga disebut dengan nama Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh ke Pulau Lombok dengan selamat dan menjejakkan kaki di daerah Batu Bolong.

Pura Batu Bolong merupakan sebuah pura kecil yang berlokasi di daerah Senggigi, Lombok. Apabila anda melakukan perjalanan darat dari Kota Mataram menuju pelabuhan Bangsal (tempat penyebrangan reguler ke Gili Trawangan) anda akan berjumpa Pura Batu Bolong. Lokasi Pura Batu Bolong adalah cukup strategis yaitu tak jauh dari Pantai Senggigi. Bila anda hendak menuju ke Pantai Senggigi dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB, pastilah melewati Pura Batu Bolong melalui jalur pantai yang tampak menarik dari kejauhan.

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/07/2138586fotografe-pura780x390.jpg
Gambar 1. Pengunjung Pura Batu Bolong

Seperti halnya pura - pura yang lain berlokasi di Pulau Bali, pura ini mengharuskan pengunjung untuk menggunakan kain berwarna kuning dengan ikat berupa selendang di pinggang selama mereka berada di dalam area pura, juga harus menjaga kesopanan karena sejatinya pura merupakan sebuah tempat ibadah keagamaan. Selain itu terdapat juga peraturan bahwa wanita yang sedang berhalangan seperti mendapatkan menstruasi dilarang memasuki area pura. Pura Batu Bolong mengingatkan anda akan keberadaan Pura Tanah Lot di Tabanan, Bali, yang berlokasi di pinggir pantai. Hanya saja Pura Batu Bolong terkenal dengan pantainya yang berpasir hitam dengan banyak batu – batu besar di sekitarnya dan salah satunya adalah batu berlubang cukup besar dan sangat unik menyerupai sebuah goa di pinggir pantai yang populer dengan nama batu bolong.

Pengunjung diperbolehkan masuk meskipun bukan pelancong yang beragama Hindu, dengan membayar Rp.10.000 sebagai uang masuk ke kawasan wisata spiritual ini.

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/07/2141288pura-batubolong780x390.jpg
Gambar 2. Pura Batu Bolong

Nama Pura Batu Bolong ini diambil sesuai dengan sebuah batu besar dengan lubang di tengahnya yang berdekatan dengan lokasi berdirinya pura tersebut. Salah satu pura yang terdapat di dalam area Pura Batu Bolong ini bernama Pura Ratu Gede Mas Mecaling, letaknya di depan, dekat dengan pintu masuk pura utama. Bagi umat Hindu di Indonesia, Pura Batu Bolong yang berhadapan dengan Selat Lombok dan Gunung Agung di Bali ini cukup mempunyai atmosfer / aura spiritual yang mampu memberikan kedamaian dan ketenangan jiwa bagi para umat yang bersembahyang di pura ini.

Apabila anda memiliki waktu luang dalam perjalanan dan kebetulan melewati tempat ini, sempatkanlah untuk berhenti sejenak untuk melihat - lihat pemandangan alam di sekitarnya dan mungkin bisa mengambil beberapa foto menarik. Atau ikutlah traveling dengan mengemas objek wisata spiritual bagi anda yang berada di bagian luar Pulau Lombok atau di luar area Senggigi, menuju ke Pura Batu Bolong, di mana anda bisa melihat pemandangan Pantai Senggigi yang indah, di waktu - waktu tertentu seperti bulan purnama, anda bisa melihat pemancing - pemancing tradisional yang sedang mencari ikan dengan cara unik yaitu menceburkan diri ke dalam laut atau duduk di bebatuan sambil memegang pancing dan ember sebagai tempat ikan yang diperoleh dalam jumlah banyak.

Pada waktu sore hari, anda bisa menyaksikan matahari terbenam (sunset) merupakan sebuah momen yang selalu ditunggu - tunggu oleh wisatawan di sepanjang pesisir pantai barat Pulau Lombok. Banyak tempat untuk beristirahat sambil melihat sunset dengan latar belakang Gunung Agung di Pulau Bali yang tampak biru serasi dengan langit yang berwarna keemasan.

Oleh: Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi tulisan :
1. http://lombokbulanmadu.com/pura-batu-bolong-lombok-barat.html
2. http://www.lombokgilis.com/object-wisata-lombok-gilis/124-pura-batu-bolong-lombok.html
Sumber gambar:
1. http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/07/2138586fotografe-pura780x390.jpg
2. http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/07/2141288pura-batubolong780x390.jpg

Senin, 29 Mei 2017

Pesona Keindahan Puncak Lawang Sumatera Barat (Bagian 1)

Jika suatu saat berkesempatan travelling ke Sumatera Barat, destinasi wisata mana yang ingin kamu kunjungi? Lobang Jepang, Jam Gadang, Pantai Padang ataukah Danau Maninjau? Ya, Sumatera Barat memang kaya dengan destinasi-destinasi wisata menarik. Sebagian besar diantaranya adalah destinasi wisata alam yang elok dan memikat. Sumatera Barat tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai dan danaunya. Tapi, Sumatera Barat juga memiliki destinasi wisata daerah puncak yang menawan. Salah satunya adalah wisata alam Puncak Lawang.

Apa Itu Puncak Lawang?


Gambar 1. Welcome To Puncak Lawang

Pernah mendengar destinasi wisata Puncak Lawang? Puncak Lawang adalah salah satu destinasi wisata dataran tinggi yang terletak di Kecamatan Matur Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lebih kurang 22 kilometer dari Pusat Kota Bukit Tinggi jika melewati jalan pintas Ngarai Sianok.

Puncak Lawang merupakan daerah perbukitan yang ditumbuhi oleh barisan pohon pinus. Cantik dan sejuk, itulah kesan pertama ketika kita menjejakkan kaki ke kawasan ini. Deretan pohon pinus yang berjajar rapi melilit perbukitan menjadi pemandangan utama di kawasan ini. Terletak pada ketinggian 1.210 meter di atas permukaan laut, membuat suhu udara di Puncak Lawang sejuk khas kawasan puncak.

Puncak Lawang sebenarnya bukan destinasi wisata baru di Sumatera Barat. Puncak Lawang justru sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Konon daerah ini digunakan oleh para bangsawan Belanda sebagai tempat bersantai bersama keluarga dan kolega mereka.

Apa yang Menarik di Tempat Ini?

Satu hal yang mendorong kita untuk mengunjungi sebuah destinasi wisata adalah keunikannya. Hal-hal menarik yang jarang kita temui di tempat lain. Nah, bagaimana dengan Puncak Lawang. Hal spesial apa yang ada di sana? Keistimewaan apa yang menjadi alasan kuat mengapa orang-orang harus mengunjungi destinasi wisata ini?

Paling tidak ada 4 hal menarik yang membuat siapapun tidak akan pernah menyesal mengunjungi destinasi wisata alam satu ini:
  1. Panorama hutan pinus yang hijau, rapi, dan sejuk, view yang jarang ditemui di daerah lain.


    Gambar 2. Panorama Hutan Pinus

    Begitu memasuki area perbukitan Puncak Lawang pandangan mata kita akan dimanjakan oleh deretan pohon pinus yang berjajar rapi mengitari perut bukit. Daerah perbukitan yang rimbun dengan pepohonan ini membuat suhu udara di kawasan ini sangat sejuk. Jadi, jika berkunjung ke sini jangan lupa membawa baju hangat. Karena, begitu memasuki kawasan perbukitan ini kulit kita langsung dipeluk oleh udara sejuk khas daerah puncak.

  2. Tersedia fasilitas aneka permainan menantang adrenalin dan area hiking.


    Gambar 3. Beberapa Fasilitas Permainan yang Bisa Dinikmati

    Berkunjung ke sini di jamin tidak akan garing. Karena di Puncak Lawang kita tidak hanya sekedar menikmati keindahan panorama alam semata. Di sini juga disediakan berbagai fasilitas permainan memacu adrenalin. Di sini tersedia fasilitas permainan flying fox, jembatan ban jembatan tali, panjat tali, dan lainnya. Selain itu juga tersedia area hiking yang bisa kita coba bersama keluarga.

  3. Menikmati View panorama Danau Maninjau secara utuh


    Gambar 4. View Maninjau dari Puncak Lawang

    Menariknya lagi di puncak bukit ini kita bisa menikmati view Danau Maninjau secara utuh. Keren kan? Mengunjungi satu destinasi wisata kita bisa menikmati dua panorama wisata alam sekaligus. Pantas saja bukit ini menjadi pilihan tempat bersantai favorit bangsawan Belanda pada zaman kolonial.

  4. Menyaksikan atraksi paralayang profesional


    Gambar 5. Area Take Off Paralayang

    Jika beruntung di sini kita juga bisa menyaksikan atraksi paralayang profesional. Karena Puncak Lawang ini merupakan salah satu spot paralayang terbaik se Asia Tenggara. So, enggak rugi kan berkunjung ke destinasi wisata satu ini?

Bersambung…

Oleh: Neti Suriana
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Gambar:
1. Koleksi pribadi penulis
2. Koleksi pribadi penulis
3. Koleksi pribadi penulis
4. Koleksi pribadi penulis
5. Koleksi pribadi penulis