Jumat, 17 November 2017

3 Ciri Khas Arsitektur Di Bali

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/3-ciri-khas-arsitektur-di-bali

Selain dikenal sebagai pulau dengan kecantikan alam yang begitu memukau terutama wisata pantainya yang sudah populer hingga mancanegara, pesona Bali juga kental dengan ciri khas arsitekturnya yang berbeda – beda dengan unsur kuat terhadap pengaruh besar dari agama Hindu. Hampir semua bangunan di rumah penduduk asli Bali bernuansa arsitektur Bali yang memperlihatkan material yang kental dengan nuansa alami dengan adanya pahatan yang indah terutama pada bagian pintu dan taman – taman di pekarangan. Tidak mengherankan bila arsitektur Bali saat ini sangat digemari oleh seluruh pelosok Indonesia maupun mancanegara.

Nah, melihat keunikan dari arsitektur khas Pulau Dewata tersebut di atas, melalui artikel kami kali ini akan memaparkan ciri khas dari bangunan arsitektur di Bali.

Indonesia, Lombok, Sade, Village House
Gambar : contoh sebuah bangunan berupa villa dengan mengusung tema arsitektur bergaya Bali

1. Harmoni dengan alam
Salah satu unsur yang cukup kental dari arsitektur di Pulau Bali adalah konsep arsitektur yang harmoni dan ramah dengan lingkungan alam. Arsitektur harmoni ini merupakan salah satu karakter dan inheren sebagai watak dasar dari arsitektur Bali di mana warganya sangat menyukai keseimbangan alam.

Dengan mengusung konsep Tri Hita Karana, arsitektur Bali pada umumnya terdiri dari 3 unsur penghubung kerharmonisan orang yang tinggal di dalamnya, ada keselarasan jiwa, raga dan tenaga. Tiga unsur ini diharapkan akan menciptakan keharmonisan sebuah hubungan antara lingkungan alam, antar sesama manusia serta manusia dengan Tuhan. Biasanya, bangunan – bangunan tersebut ditandai dengan material yang kental akan nuansa alam dan keindahan seperti batu - batuan alam dari gunung atau sungai ataupun bambu.

2. Adanya ukiran di batu atau patung
Sejak kedatangan Kerajaan Majapahit di sekitar abad 15, arsitektur Bali secara umum mengalami perubahan besar yaitu kembali ke masa lampau yang banyak mendapatkan pengaruh dari pengikut ajaran agama Hindu. Kedatangan Majapahit ini mampu meninggalkan kebudayaan mereka kepada warga Bali berupa seni dan budaya terlihat dari teknik pahatan di batu yang menghiasi dinding halaman rumah mereka. Karya - karya pahatan dari batu tersebut selanjutnya mengalami perkembangan yang cukup pesat dan mulai diletakkan di depan rumah menghiasi pagar dan dimanfaatkan sebagai pura atau tempat ibadah orang Hindu. Seiring perkembangan zaman, kehadiran pura kecil / sanggah di depan rumah adalah wajib di Bali, bisa dihiasi dengan memberikan patung – patung bernilai seni yang cukup unik khas orang Bali juga menjadi salah satu gaya arsitektur khas Bali yang identik dengan seni dan budaya Bali sesuai dengan ajaran Hindu.

3. Struktur ruang yang rapi
Gaya arsitektur Bali dibuat dengan mengusung konsep Tri Angga yang merupakan konsep keseimbangan kelestarian alam. Tri Angga merupakan pembagian zona atau area dalam hal perencanaan arsitektur tradisional di Bali, yang memperlihatkan tiga tingkatan yaitu :

  • Utama atau kepala. Bagian ini diposisikan sebagai sebuah symbol yang paling tinggi diwujudkan dalam bentuk atap. Pada arsitektur tradisional, bagian ini menggunakan atap dari ijuk dan alang - alang. Namun, seiring perkembangan zaman, bagian atap mulai menggunakan bahan modern seperti genteng klasik.
  • Madya atau badan. Bagian tengah dari bangunan di Bali ini diwujudkan dalam bentuk bangunan dinding, jendela dan pintu khas arsitektur Bali.
  • Nista atau kaki merupakan bagian yang terletak di bawah dari sebuah bangunan.Bagian ini diwujudkan dengan adanya pondasi rumah atau bawah rumah yang digunakan sebagai penyangga. Biasanya pada bagian ini terbuat dari batu bata atau batu gunung yang berwarna merah mata dan hitam.

Demikian kami mengulas, semoga bermanfaat !

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar : https://pixabay.com/en/indonesia-lombok-sade-village-house-2349868/

Rabu, 15 November 2017

Taman Laut Bunaken (Surga Bawah Laut)

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/taman-laut-bunaken-surga-bawah-laut

Bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika laut indonesia menyimpan berbagai kekayaan biota laut yang layak untuk dinikmati baik wisatawan domestik maupun manca negara.

Salah satu nya adalah sebuah taman nasional yang mempunyai luas 75. 256 ha ini, yaitu, Pulau Naen, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage beserta anak pulau di sekitarnya, yap, itulah Taman Laut Bunaken.

Jika berkunjung ke Manado rugi rasanya jika tidak mengunjungi taman laut yang satu ini. Karena taman laut ini merupakan salah satu yang terpopuler diantara yang lainnya. Berikut hal – hal unik yang terdapat di taman laut ini.


Gambar 1. Keindahan Taman Laut Bunaken

Segitiga emas
Secara geografis Pulau Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “segitiga emas”. Wilayah ini adalah jalur yang menghubungkan Laut Filipina, Laut Papua, dan Laut Indonesia. Karena kekayaan alam yang ada di Bunaken. Organisasi nasional dan internasional baik pemerintah maupun non pemerintah saling bekerja sama melakukan konservasi terumbu karang dan mangrove.

Di pulau bunaken lebih dari 3000- an spesies ikan. Spesies ikan yang umum dijumpai adalah warse, dansel, trigger, sweetip, unicorn dan sebagainya. Kedalaman lautnya sendiri mencapai 1.000 m. Pemerintah kota Manado mempunyai gagasan menjadikan Bunaken sebagai objek wisata bahari dan edukasi. Karena pemerintah setempat melihat aktivitas konservasi laut di wilayah ini. Maka dari itu, pada tahun 1991 silam menteri kelautan meresmikan kawasan pulau Bunaken sebagai taman laut nasional Bunaken.

Dua puluh dive spot
Aktivitas yang umum dilakukan pengunjung di sini adalah menyelam. Meski area ini memiliki luas 75. 265 ha, lokasi menyelam sangat terbatas, hanya berada di sekitar pantai yang mengintari kelima pulau yang berada di kawasan laut Taman Nasional Bunaken.

Di Bunaken terdapat 40 lokasi penyelaman yang kaya akan berbagai macam jenis terumbu karang dan ikan laut tropis yang indah. Wisatawan yang melakukan penyelaman di wilayah Bunaken akan disuguhi pemandangan berupa 150 spesies ikan dari 58 genus ikan dan terumbu karang.

Taman ini sendiri mempunyai 20 dive spot dengan kedalaman bervariasi. Dari 20 dive spot 12 diantaranya merupakan titik yang paling sering disinggahi pengunjung.

Titik menyelam di Bunaken berderet dari tenggara hingga barat laut. Di kawasan ini terdapat dinding berukuran raksasa berbentuk vertikal dan melengkung. Dinding ini merupakan sumber makanan hewan – hewan yang ada di laut.

Untuk yang takut menyelam ada beberapa aktivitas yang dapat kamu lakukan di sini diantaranya menaiki katamar. Katamar sendiri adalah sebuah kapal berkaca yang disewakan lepas di sepanjang taman laut Bunaken. Kamu bisa mengarungi laut Bunaken menggunakan kendaraan ini.

Banyak tempat wisata di Indonesia yang menjanjikan pemandangan luar biasa indah bagi para penikmatnya. Jadi, tak perlu jauh – jauh ke negeri orang lain hanya untuk berjalan – jalan.

Oleh : Lintang Rahmawati
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bunaken
Referensi gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bunaken_Marine_Park.JPG