Jumat, 06 April 2018

Menikmati Arsitektur Jembatan Suramadu Di Surabaya

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/menikmati-arsitektur-jembatan-suramadu-di-surabaya

Pada waktu malam hari ketika sedang musim kemarau dan bulan bersinar terang saat bulan purnama tiba, menghabiskan waktu luang di taman Jembatan Suramadu, Kota Surabaya, merupakan kegiatan santai yang banyak digemari oleh semua usia terutama remaja laki – laki bersama dengan teman – teman mereka. Lampu - lampu cantik yang berjejer rapi di sepanjang menara jembatan mampu menghasilkan kombinasi warna - warni yang indah dipandang mata dari kejauhan dan semakin membuat suasana lebih menarik untuk dinikmati apalagi ketika sedang musim liburan. Pas untuk diabadikan dengan kamera.

Bagi para pelancong yang menaiki kendaraan dan ingin melewati jembatan ini, mereka harus membayar tarif jalan tol yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat, untuk roda empat golongan satu seperti sedan dan truk kecil adalah 30.000 rupiah sedangkan untuk kendaraan roda dua seperti sepeda motor hanya perlu membayar seharga 3.000 rupiah saja. Alamat lengkap adalah Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya.

Surabaya, Bridge, Suramadu, Sky, Java, Madura, Photo
Gambar : Jembatan Suramadu di waktu malam hari nan eksotik

Jembatan Nasional Suramadu adalah sebuah jembatan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Madura. Jembatan Suramadu ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia yaitu mencapai sekitar 5.438 meter. Saat malam hari tiba, jembatan ini akan dihiasi oleh puluhan lampu - lampu yang menambah kecantikan pemandangan di waktu malam hari sekitar area jembatan dan taman – taman di sekitarnya Tak mengherankan kalau saat ini jembatan ini dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Surabaya.

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian utama yaitu jembatan utama, jembatan layang, serta jembatan penghubung. Pertama adalah jalan layang yang bergantung di sisi masing - masing pulau dengan panjang di sisi Surabaya sekitar 1458 meter dan di sisi Madura 1818 meter, setelah itu disambungkan dengan jembatan penghubung yang masing - masing memiliki panjang sekitar 627 meter, dan yang terakhir adalah jembatan utama yang berada di tengah - tengah dan terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping yang panjangnya 192 meter dan bentang utama yang panjangnya 434 meter. Cable stayed berfungsi sebagai konstruksi jembatan dengan dua menara kembar yang memiliki tinggi rata – rata 140 meter sebagai penopangnya. Terdapat ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan.

Cara asyik lainnya untuk dapat menikmati keindahan Jembatan Suramadu Surabaya selain tersebut di atas adalah dengan naik kapal atau menyewa perahu. Dengan kapal, anda harus terlebih dahulu menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Namun jika anda suka memakai perahu, penyewaan Perahu Cokroaminoto bisa dengan mudah anda temukan di dekat kaki Jembatan Suramadu. Perahu – perahu tersebut akan mengantarkan para wisatawan berkeliling sungai sekitar satu jam lebih yang bisa memuat hampir 20 orang penumpang dengan beberapa fasilitas aman dan nyaman tersedia, seperti pelampung / baju karet pengaman. Jakur darat, anda tinggal menuju ke Jembatan Suramadu dari Terminal Bungurasih, naiklah bis yang menuju ke Madura kemudian turun sebelum tol apabila anda ingin melihat Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya. Tapi jika ingin tetap melanjutkan perjalanan sampai di Pelabuhan Kamal, anda membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Bisa dengan menggunakan motor, namun harus tetap waspada dan hati – hati karena angin yang berhembus kadang – kadang sangat kencang, dan jangan lupa selalu ingat untuk mematuhi rambu - rambu yang berlaku.

Pemandangan lain yang bisa anda nikmati di Jembatan Suramadu ini pada waktu siang hari adalah saat anda melintas melalui jembatan ini, layangkan pandangan anda ke Selat Madura dari atas jembatan. Terdapat lautan yang mengelilingi di samping kanan dan kiri yang kadang – kadang membuat anda seperti sedang berada di luar negeri, menikmati sensasi serasa terbang di atas laut yang membentang tenang dan berwarna abu - abu. Jika anda memandang ke arah Surabaya, anda bisa melihat keunikan Patung Jalesveva Jayamahe dan kawasan Pantai Kenjeran yang terlihat membiru oleh pantulan langit di atasnya, sesekali anda bisa menyaksikan kapal pesiar sedang berlayar.

Keberadaan Jembatan Suramadu merupakan sebuah potensi wisata air yang cukup menarik berlokasi berdekatan dengan Pulau Madura dan kini sedang tereksplore. Banyak wisatawan asing yang bersedia mendatangi pulau garam ini di mana Jembatan Suramadu telah memberi akses mudah bagi wisatawan – wisatawan tersebut untuk menuju ke Madura. Hanya dengan membayar Rp. 30.000 untuk roda empat dan Rp. 3.000 untuk roda dua, mereka bisa melintas di jembatan yang megah ini dengan aman dan nyaman. Terutama di malam hari, udara sejuk dan cukup bersih dan lampu - lampu jembatan adalah media menambah kemegahan Jembatan Suramadu sebagai salah satu objek wisata yang patut untuk anda kunjungi. Tak mengherankan di malam hari, jembatan ini menjadi obyek menarik untuk para pencinta fotografi.

Semoga anda tertarik.

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar : https://pixabay.com/en/surabaya-bridge-suramadu-sky-java-695665/

Senin, 02 April 2018

Kampoeng Ilmu Surabaya

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/kampoeng-ilmu-surabaya

Jika anda menginginkan suasana berlibur yang santai tetapi berbau - bau pendidikan ? Maka disarankan untuk mampir ke Kampoeng Ilmu. Kampoeng Ilmu di Kota Surabaya ini memiliki area wisata yang tak cuma melulu berbicara tentang ilmu dan buku saja, juga suasana di sekitarnya tenang dengan taman bunga di luar gedung yang asri dan orang – orang di sekitarnya yang ramah akan membuat anda merasa seperti sedang berada di rumah sendiri. Anda bisa membeli buku – buku bacaan favorit, santai - santai saja dengan jalan – jalan keliling Kampoeng Ilmu untuk menikmati suasana udara segar di pagi hari. Semua yang anda lakukan di dalam area kampoeng adalah gratis. Kalau merasa lapar atau haus setelah keliling kesana - kemari, mampir saja ke kantinnya yang berada di pojok bangunan.

Alamat : Jalan Semarang No. 55, Tembok Dukuh, Bubutan, Kota Surabaya, jam buka : 08.00 – 24.00 WIB.

Seperti diketahui bahwa Kota Surabaya adalah kota yang menyenangkan. Jalanannya luas dan rapi di mana banyak terdapat taman – taman yang bersih dengan pepohonan rindang melindungi para pejalan kaki dari kepanasan di siang hari. Kota ini selalu mampu memikat hati wisatawan untuk berkali – kali berkunjung ke sini karena memiliki banyak bangunan klasik berusia tua yang masih terawat dengan baik hingga saat ini dan sekat antar bagian kota yang terlihat simetris. Anda akan berjumpa dengan orang - orang yang murah senyum dan suka berbincang – bincang dengan pendatang baru.

Java, Indonesia, Culture, Art, Performance, Jaran Kecak
Gambar : salah satu bentuk objek dari Festival Kampung Lawas Maspati, Surabaya

Terdapat jejeran rumah - rumah yang berada di pusat kampung terlihat menarik sebagai objek fotografi bagi yang hobi dengan kegiatan ini. Kebanyakan adalah rumah tua peninggalan rumah Belanda yang sudah berdiri sejak awal abad ke-19. Namanya adalah Kampung Maspati yang berasal dari era pasca Kerajaan Majapahit. Lorong - lorong kampung dicat warna – warni mencolok dan terlihat bersih. Masing - masing rumah mungil di sepanjang lorong memiliki kekhasan sendiri namun tetap mengusung bangunan dengan teras / bagian muka khas rumah zaman dahulu. Sebagian besar lorong di dalam kampoeng ini mirip dengan labirin yang rumit. Terdapat sebuah lorong besar terkoneksi dengan lorong – lorong kecil dan lorong kecil terkoneksi dengan lorong kecil lainnya. Jika anda baru pertama kali berkunjung ke sini dan kurang hafal dengan penempatan lorong, maka bisa saja masuk ke lorong satu, keluar di lorong yang lainnya alias tersesat.

Setelah puas melewati lorong demi lorong dan anda berhasil keluar dari sebuah labirin panjang yang rumit dan melelahkan, waktu sudah lewat tengah hari dan saatnya untuk makan siang. Berdekatan dengan kampoeng ini terdapat kompleks warung – warung makan angkringan murah meriah tetapi lezat untuk anda cicipi, ada warung makan bebek sinjai khas warga Madura juga populer di Kota Surabaya, kelezatannya memang tak tertandingi, oleh karena itu selalu dikunjungi oleh pelanggannya sehingga kadang – kadang membentuk sebuah antrean yang cukup panjang. Untuk oleh – oleh, anda bisa membeli sambal Bu Rudy, memiliki sebuah toko besar dengan beragam produk sambal andalan Bu Rudy.

Perjalanan liburan anda bisa dilanjutkan ke daerah Tugu Pahlawan yang berdekatan dengan Kampung Lawas Maspati. Tempat ini adalah sebuah kampung kuno yang cukup terkenal di kalangan turis asing. Apalagi pemerintah setempat telah membangun kampung ini sebagai kampung wisata andalan Kota Surabaya. Pada tahun 2016 yang lalu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Toto Heli Yanto, meluncurkan destinasi wisata eksotik, Kampung Lawas Maspati yang berlokasi di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/1/2016). Peresmian tersebut sekaligus menandai diselenggarakannya Festival Kampung Lawas Maspati 2016, secara swadaya oleh warga kampung itu sendiri. “ Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung pengembangan destinasi wisata yang berbasis masyarakat atau dikelola mandiri oleh warga. Akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan destinasi wisata lain, sebagai sebuah paket kunjungan agar lebih menarik, ” kata Risma usai acara dalam siaran pers yang diterima oleh patainanews.com, Kamis (28/1/2016).

Lorong - lorong unik khas Kampung Maspati ini sudah sejak lama dibangun dan menjadi saksi sejarah panjang Kota Surabaya. Juga banyak ditemukan tempat – tempat bersejarah lainnya di sana, mulai dari rumah – rumah warga Belanda tempo dulu yang sebelumnya berfungsi sebagai sekolah desa ( pada masa pendudukan Belanda yang disebut Sekolah Ongko Loro ( angka dua )). Kemudian ada bangunan bekas pabrik roti milik Haji Iskak yang pernah berfungsi menjadi dapur umum kala pertempuran bersejarah tanggal 10 November 1945. Saat ini bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Losmen ‘Asri’ dengan tegel dan arsitektur antiknya khas Surabaya. Di sisi kiri dan kanan dari bangunan losmen banyak dijumpai bangunan peninggalan kolonial lainnya dengan mengusung arsitektur khas Indis hingga ekletis ( campuran ) yang eksotik dan klasik.

Destinasi wisata eksotik dengan diselenggarakannya Festival Kampung Lawas Maspati tersebut di atas disemarakkan dengan aneka kegiatan menarik, seperti permainan tradisional, pasar tradisional dengan mengusung tema kuliner lokal, dan napak tilas sejarah rumah – rumah kuno serta penampilan grup musik patrol yang terdiri dari bocah - bocah Maspati memainkan lagu - lagu dengan diiringi oleh alat musik seadanya seperti galon dan tong bekas. Pada malam harinya disajikan musik keroncong dan pertunjukkan ludruk guna menghibur warga yang rindu terhadap hiburan rakyat di tengah gemerlapnya metropolitan Kota Surabaya yang semakin modern.

Mari mampir ke Kampung Maspati, dan nikmati keberadaan Kampoeng Ilmu di Surabaya tempo dulu.

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar : https://pixabay.com/en/java-indonesia-culture-art-206628/