Sabtu, 18 Juni 2016

Air Terjun Sri Gethuk Selalu Mengalir di Bumi Gunungkidul Tanpa Mengenal Musim

Bagi para pecinta alam, nama Green Canyon di Jawa Barat tentu tidak asing lagi terdengar. Bahkan keindahannya sering disamakan dengan Grand Canyon di sebelah utara Arizona, Amerika Serikat. Namun belakangan ditemukan objek wisata yang serupa dengan Grand Canyon, tepatnya di Gunungkidul, di daerah yang sering diasumsikan sebagai daerah tandus. Sebuah air terjun yang indah membelah ngarai Sungai Oya. Gemuruhnya memecahkan kesunyian Gunungkidul yang terkenal tandus dan kering. Itulah Air Terjun Sri Gethuk yang selalu mengalir dengan deras tanpa mengenal musim.

Air Terjun Sri Gethuk berlokasi di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Untuk mencapai spot wisata ini, Anda harus melewati medan yang bervariasi, ada yang beraspal, ada juga yang bergelombang dan berlubang. Setibanya di areal parkir, Anda harus berjalan kaki sekitar 200 meter untuk sampai ke Sungai Oya. Dari Sungai Oya anda akan diberikan dua pilihan jalan untuk sampai ke lokasi air terjun. Pertama dengan menyusuri jalan setapak yang dikelilingi area persawahan berhiaskan nyiur kelapa. Sedangkan pilihan kedua yakni dengan menaiki rakit motor melawan arus Sungai Oya.


Gambar 1. Melintasi Sungai Oya dengan rakit

Jika ingin yang lebih menantang, sebaiknya Anda memilih pilihan kedua dengan menaiki rakit. Berangkatlah sebelum matahari semakin tinggi untuk merasakan suasana pagi yang tenang. Sepanjang perjalanan mengarungi arus Sungai Oya, Anda akan melihat air sungai yang hijau dan tenang, yang menyatu dengan heningnya tebing karst yang berdiri kokoh di kiri dan kanan sungai. Bicara mengenai sejarah Air Terjun Sri Gethuk, konon katanya air terjun ini merupakan tempat penyimpanan instrument gamelan bernama Kethuk milik Jin Anggo Meduro. Bahkan pada waktu-waktu tertentu, warga sekitar kerap mendengar suara gamelan yang mengalun dari air terjun.

Jika Anda sudah mendengar suara gemuruh, berarti Air Terjun Sri Gethuk sudah menanti. Di bawah air terjun setinggi 25 meter ini terdapat bebatuan indah yang membentuk undak-undak seperti tepian kolam renang, yang seolah memanggil siapa pun yang melihatnya untuk segera melompat ke dalam air. Airnya juga sangat melimpah karena berasal dari tiga sumber mata air yakni Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul. Derasnya aliran air membuat banyak wisatawan tidak melewatkan aksi basah-basahan di bawah air terjun. Namun karena air sungai cukup dalam, Anda diharuskan untuk menggunakan pelampung. Anda juga dapat menyewa perahu tradisional untuk menyusuri kawasan Air Terjun Sri Gethuk ini.


Gambar 2. Air Terjun Sri Gethuk

Adapun Air Terjun Sri Gethuk berjarak sekitar 40 km dari Kota Jogja. Untuk sampai ke tempat ini, anda harus menggunakan kendaraan pribadi. Ada dua rute yang dapat anda pilih. Pertama, Kota Jogja-Jalan Wonosari-Bukit Pathuk Gunungkidul - Pertigaan Gading- Playen - Kecamatan Palihan. Setelah menempuh 2 km perjalanan, akan ada pertigaan, berbeloklah ke kanan lalu Anda akan melihat banyak petunjuk jalan menuju lokasi Air Terjun Sri Gethuk.

Sebelumnya, Gunungkidul lebih terkenal dengan wisata pantainya. Namun kini dengan keberadaan Air Terjun Sri Gethuk, pilihan wisata alam Gunungkidul yang terkenal kering menjadi semakin lengkap.

Oleh : Rahel Simbolon
Referensi:
1. http://jogjapedia.net/wisata-alam/air-terjun-sri-gethuk-pesona-wisata-air-nan-indah-di-desa-wisata-bleberan/
2. https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/nature-and-outdoor/sri-gethuk/
3. http://www.utiket.com/id/obyek-wisata/yogyakarta/441-air_terjun_sri_gethuk.html
Referensi Gambar:
1. http://photoparse.blogspot.co.id/2014/12/wisata-goa-dan-air-terjun-srigetuk.html
2. http://www.naturalsunrisetour.com/wp-content/uploads/2016/01/air-terjun-sri-gethuk-oase-di-tengah-gersangnya-gunung-kidul-jogja.jpg


Related Posts :