Selasa, 06 Januari 2015

Keindahan Alam Kota Atlas, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan

Kota Lubuk Linggau, daerah pemekaran Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, memiliki objek wisata alam yang menakjubkan. Penduduk kota lain, bahkan kota-kota besar patut iri. Mengapa? Bayangkan saja, lokasi wisata alam bisa ditempuh kurang dari 30 menit naik kendaraan dari pusat kota. Nah, di tangan Wali Kota Nanan, wisata alam dikembangkan dengan sentuhan teknologi. Sebut saja Bukit Sulap di Kelurahan Ulak Surung, 2 km ke arah timur dari pusat kota yang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Pada ketinggian 437,6 meter dari permukaan laut akan dibangun inclinator untuk mengangkut pengunjung ke puncak bukit. Lift vertikal ini mirip dengan lift di Tembok Cina.

Anda akan dibuat terkagum-kagum jika berkunjung ke Bukit Sulap akhir 2014 ini. Karena LCD raksasa berukuran 12 x120 meter sekaligus sebagai layar TV dibangun di puncak bukit. Fasilitas lainnya mencakup guest house, gazebo, toko suvenir, open stage, toilet umum, musala, restoran, kafetaria jajanan umum, dan pusat informasi turis. Singkatnya puncak wilayah Lubuk Linggau yang sering tertutup kabut ini disulap menjadi tempat wisata yang tertata rapi.

Rerimbunan hutan di Bukit Sulap menyimpan beraneka tumbuhan dan satwa liar, pohon-pohon bambu, serta hawa yang sejuk dan segar. Turis atau wisatawan domestik yang menyukai petualangan patut singgah ke Bukit Sulap karena lokasi ini cocok untuk kegiatan outbound, hiking, perkemahan, dan track downhill. Oh ya Bukit Sulap sudah go international pada tahun 2010 saat menjadi tempat resmi penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Mountain Bike. Dan pada 21- 22 Juni 2014 Bukit Sulap kembali menjadi tuan rumah Asia Mountain Bike.



Sentuhan teknologi modern juga kental dalam pengembangan Mesjid Raya As Salam di pusat kota yang dirancang sebagai objek wisata religi. Dengan total biaya Rp 42 miliar, areal Mesjid Raya diperluas hingga ke Lapangan Merdeka . Fasilitasnya mencakup air mancur yang menari-nari saat azan berkumandang, menara kembar berisi lift kapsul, kantor tiga lantai, klinik, sekolah diniyah, dan kantin duafa.

Destinasi berikutnya Air Terjun Temam, sekitar 11 km ke arah selatan dari pusat kota, Air terjun engan ketinggian 12 km ini, dikelilingi bebatuan alam dan perkebunan karet penduduk. Sebanyak 92 anak tangga siap menyambut kedatangan Anda menuju lokasi air terjun. Sejumlah sarana yang disiapkan yaitu tempat parkir, toilet umum, mushola, gazebo, open stage, toko suvenir, pusat informasi turis, taman, dan fasilitas outbound.

Air terjun Temam menjadi tempat favorit warga setempat saat libur besar hari keagamaan, dan saat musim liburan sekolah. “Lokasi ini akan dikembangkan dengan pembangunan resort, dan water boom, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yana Pardiana. Satu lagi yang tak boleh dilewatkan saat Anda berkunjung ke Lubuk Linggau adalah Bendungan Watervang, 5 km ke arah timur dari pusat kota. Bangunan warisan kolonial Belanda ini membendung aliran sungai Kelingi untuk mengairi persawahan di kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas. Warga lokal juga menyebut Watervang sebagai air terjun karena aliran airnya sangat deras dan sejuk. Selamat berkunjung ke Lubuk Linggau dan nikmati keindahan alamnya yang luar biasa.

Oleh : Bobby Prabawa
Sumber :
Tempo, Edisi Khusus Wisata Pilihan, November 2013.
http://www.indonesia-tourism.com/south-sumatra/lubuk_linggau.html


Related Posts :