Senin, 12 Januari 2015

Jejak Peninggalan Kerajaan Singosari Di Candi Singosari Malang

Sekitar abad ke-13, Kerajaan Singosari pernah berkuasa di Jawa Timur. Sisa peninggalannya sendiri tidak banyak. Hanya tersisa dua patung raksasa yang berdiri di depan istana dan sebuah candi yang belum selesai dibangun. Pada awalnya masyarakat menyebut Candi Singosari dengan Candi Renggo, Menara, dan Cella. Adapun penamaan Cella dikarenakan Candi Singosari memiliki 4 buah celah pada tubuh candi. Namun kini, candi ini lebih dikenal dengan Candi Singosari, oleh karena keberadaannya di Singosari.

Banyak orang beranggapan bahwa Candi Singosari merupakan makam raja terakhir Singosari, yaitu Raja Kertanegara. Namun pendapat ini diragukan oleh para ahli. Kemungkinan candi ini merupakan tempat pemujaan Dewa Syiwa, oleh karena sistem mandalanya yang menggunakan konsep Candi Hindu. Pada awalnya, Candi Singosari disebutkan dalam Laporan Kepurbakalaan milik Nicolaus Engelhard pada tahun 1803. Gubernur Pantai Timur Jawa itu melaporkan bahwa terdapat reruntuhan candi di dataran tandus Malang. Selanjutnya pada tahun 1901, Tim Arkeologi Belanda pun melakukan penelitian dan penggalian. Pada tahun 1934, Departemen Survei Arkeologi Hindia Belanda Timur melakukan pemugaran terhadap bangunan candi hingga selesai pada tahun 1937. Goresan penyelesaian pemugaran dapat dilihat pada batu kaki candi.


Gambar 1. Candi Singosari

Anda dapat melihat sisa-sisa Candi Singosari di Desa Candirenggo, Kec. Singosari. Candi Singosari terbuat dari batu andesit dengan posisi menghadap ke sisi barat. Di bagian halaman depan candi terdapat kumpulan patung, sedangkan di bawahnya terdapat dua patung wali berukuran besar yang dikenal dengan Dwarapala. Ada 4 bagian utama Candi Singosari yaitu bagian bawah yang berupa persegi empat dinamakan batur candi, bagian kaki candi yang tinggi sebagai ruangan arca, bagian tubuh candi yang memiliki empat relung di tiap sisinya, dan bagian atap yang menjulang dan semakin mengecil di puncaknya.

Dalam kepercayaan Hindu, kaki candi merupakan gambaran kaki gunung atau alamnya manusia, tubuh candi merupakan gambaran lereng gunung atau alamnya langit, dan atap candi merupakan puncak gunung atau alam surgawi. Puncak Candi Singosari berbentuk limas dengan atap pejalnya yang berbentuk kubus. Candi ini memang terkesan ramping dengan bagian atas yang menjulang. Pada awalnya, kompleks Percandian Singosari terdiri dari 7 reruntuhan candi, hingga akhirnya hanya Candi Singosari yang selamat. Di halaman candi, anda bisa melihat sisa reruntuhan dan arca salah satu dari ketujuh reruntuhan candi. Kini, Candi Singosari dijaga oleh staf Suaka Purbakala Jawa Timur.


Gambar 2. Arca Dwarapala

Candi Singosari berlokasi di Jl. Kertanegara, Desa Candirenggo, Kec. Singosari, Kab. Malang. Untuk mencapainya, anda bisa berangkat dari Kota Malang dengan menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer ke utara. Jika berangkat dari Surabaya, anda bisa menempuh perjalanan 88 kilometer ke arah selatan. Candi Singosari terletak di Jalan Kertanegara Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang maka Anda dapat mencapainya sejauh kurang lebih 10 km ke arah utara. Bisa juga menaiki bus jurusan Surabaya-Malang, kemudian turun sebelum mencapai Pasar Singosari. Selanjutnya perjalanan menuju candi bisa dilanjutkan dengan menaiki delman, becak motor, atau berjalan kaki. Untuk memasuki Candi Singosari, anda bisa membayar seikhlasnya untuk pemeliharaan candi.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://www.panoramio.com/photo/45502500
2. http://andrekha8.blogspot.com/2012/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html


Related Posts :