Senin, 03 November 2014

Melancong ke Pulau Onrust

Kali ini kita akan menceritakan ekspedisi Pulau Onrust. Tidak mudah kita bepergian ke Pulau Onrust kalau tidak menggunakan perahu carter, karena rute perahu hanya menuju pulau wisata umum yaitu pulau Bidadari. Banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dari perjalanan wisata ini.

Kita akan menjumpai banyak kenalan, biayanya tidak terlalu mahal, ada profesional pemandu wisata, ataupun bahkan para pengawal karena medan yang ditempuhnya relatif memerlukan keamanan yang cukup,untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi.

Para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini dengan mudah mengakses tempat-tempat yang relevan dengan tujuan, semua itu memberikan nilai tambah kepada seluruh para wisatawan yaitu rasa aman, terlindungi, dan terlayani dengan baik.


Motor Boat kapasitas 60 orang sebagai sarana angkutan menuju Pulau Onrust.

Di Pantai Mariana kawasan Kepulauan Seribu teluk Jakarta, perjalanan pun dimulai. Perahu pesiar motor boat berkapasitas 60 orang akan menyambut kedatangan kita untuk mengantarkan ekspedisi wisata para pengunjung penikmat alam. Setelah para wisatawan naik, motor boat segera melaju meniti lembutnya gelombang laut yang tenang membiru. Hawa segar menyelinap masuk, menambah rasa nyaman perjalanan yang penuh kedamaian.



Pulau Onrust konon mula-mula luasnya 12 hektare, berjarak 14 mil dari Jakarta. Karena aberasi yang lama, sekarang kurang lebih luasnya sekitar 7 hektare saja. Berbeda dengan zaman dahulu yang sibuk, sekarang pulau ini sunyi sepi, teduh rimbun dipenuhi pohon-pohon yang rindang.

Pulau ini telah memiliki sejarah panjang pertama kali VOC melakukan perjanjian dengan Pangeran Jayakarta tanggal 10-13 november 1610 untuk menggunakan pulau itu, setelah Cornelis de Houtman gagal dalam usaha memonopoli perdagangannya di Banten (Bantam). Perjanjian juga menyebutkan bahwa hanya memperbolehkan orang Belanda mengambil kayu untuk pembuatan kapal-kapalnya di Teluk Jakarta.

Tahun 1613 orang-orang Belanda mulai membangun tiang pancang pemukiman dan bangunan gudang VOC. Rupanya mereka telah merasakan nikmatnya berbisnis rempah-rempah. Kemudian di tahun 1615 Belanda VOC menjadikan pulau itu sebagai pusat bangunan galangan. Galangan itu bekerja melayani kapal-kapal Belanda dan kapal-kapal asing lainnya.

Pulau kecil itu juga dilengkapi fasilitas rumah sakit untuk melayani para pelaut Belanda. Pulau itu sampai dijuluki pulau kapal. Sementara itu kota Batavia sendiri belum berdiri. Pulau itu oleh Belanda sendiri dinamai pulau “Onrust” artinya “ Pulau yang tidak pernah istirahat”.

Di Pulau Onrust terdapat bangunan museum Pulau Onrust yang banyak menampilkan foto jemaah haji di masa kolonial. Di sana juga kita dapat melihat situs bekas bangunan benteng Marello, Basttion Beek Huis, makam kuno Belanda, bekas bangunan barak haji, rumah sakit, dan penjara. Adanya makam-makam tua orang-orang Belanda menjadi salah satu bukti historis bahwa Pulau Onrust telah lebih lama dan lebih dulu bersentuhan dengan dengan peradaban barat.

Oleh : Dodi Budiana
Sumber :
rubrik info wisata Majalah Info Dana Pensiun agustus 2011
Biro Tour wisata “Abah Alwi”


Related Posts :