Jumat, 14 November 2014

Joglo, Rumah Adat Jawa

Tentu kita tidak asing dengan nama Joglo. Yap, inilah rumah yang menjadi karakteristik bagi masyarakat di Jawa pada umumnya. Namun kini, rumah khas Jawa telah tergerus oleh bentuk-bentuk arsitektur rumah modern. Rumah adat yang satu ini kian langka sehingga perlu untuk dilestarikan. Meskipun joglo adalah rumah adat Jawa, tidak semua orang Jawa mampu memiliki rumah tersebut. Hanya orang-orang priyayi, bangsawan, istana raja, dan pangeran atau orang terpandang di kampungnya yang dapat membangun rumah joglo. Hal ini dikarenakan memerlukan banyak bahan bangunan sehingga biaya yang digunakan juga besar.

Rumah joglo tidak hanya sekedar sebagai tempat tinggal saja bagi penghuninya melainkan juga memiliki nilai filosofis yang sarat dengan nilai-nilai religi, kepercayaan, norma, dan nilai adat etnis Jawa. Umumnya rumah khas Jawa ini memiliki 3 ruangan yaitu pendopo, pringgitan dan dalem. Pendopo biasanya digunakan sebagai tempat untuk menjamu tetamu. Ruangan ini luas dan terbuka tanpa adanya pembatas ruangan. Hal ini melambangkan bahwa pribadi orang Jawa yang hangat, suka kerukunan dan kebersamaan.

Sementara Pringgitan atau asal kata ringgit yang berarti wayang adalah ruang tengah yang digunakan untuk menerima tamu yang lebih dekat. Dahulu, tempat ini dijadikan sebagai tempat pertunjukan wayang atau upacara tradisional lainnya. Sedangkan dalem adalah ruang keluarga. Ruang keluarga ini pun dibagi menjadi beberapa ruangan yang disebut juga kamar atau senthong. Ruangan ini ada yang namanya senthong tengah, kanan dan kiri. 

Bagian lain dari rumah joglo yaitu krobongan. Fungsi krobongan sebagai tempat perlindungan, tempat kepala keluarga mencari ketenangan batin, tempat beribadah dan dijadikan sebagai ruangan penghormatan kepada Dewi Sri. Namun, bisa juga sebagai kamar pengantin yang baru saja menikah.


Gambar 1. Joglo: rumah tradisional jawa tengah

Joglo memiliki empat pilar atau tiang penyangga yang biasa disebut soko guru. Tiap-tiap pilar ini menghadap sesuai arah mata angin yaitu utara, selatan, timur, dan barat. Pada soko guru tersebut terdapat tumpang sari yang disusun secara terbalik.

Rumah joglo memiliki tiga pintu. Pintu-pintu tersebut memiliki aturan tatanan sendiri yaitu Pintu utama di tengah, dan pintu lainnya ada di sisi kanan dan kiri pintu utama. Ketiga bagian pintu tersebut bermakna bahwa kupu tarung yang berada di tengah untuk keluarga besar, sementara dua pintu di samping kanan dan kiri untuk besan. Jadi tidak sembarangan untuk meletakkan susunan pintu tersebut.

Joglo yang merupakan rumah adat Jawa memiliki berbagai macam jenis. Di antaranya:
1. Joglo Limasan Lawakan (atau “Joglo Lawakan”).
2. Joglo Sinom
3. Joglo Jompongan
4. Joglo Pangrawit
5. Joglo Mangkurat
6. Joglo Hageng
7. Joglo Semar Tinandhu
8. Joglo Kudus (Joglo Pencu)
9. Joglo Jepara
10. Joglo Pati

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Joglo
http://nisyacin.blogdetik.com/2011/07/28/filosofi-rumah-tradisional-jawa/

Gambar:
1. http://www.gambar.photo/2014/09/joglo-rumah-tradisional-jawa-tengah.html

Penulis:
Wahyu Inayah


Related Posts :