Rabu, 26 November 2014

Banjarmasin: Venesia dari Timur

Banjarmasin disalahtafsirkan sebagai tujuan tak penting dan kumuh. Namun, dari bawah muncul tenaga hidup yang masih asli dalam tradisi perdagangannya. Lebih dari itu, Banjarmasin merupakan gerbang ke tujuan hutan yang indah, penuh dengan kehidupan liar dan kebudayaan yang unik.

Banjarmasin tetap mempertahankan daya hidupnya sebagai kota dagang, yang pasarnya berderet sepanjang jalan-jalan tua buatan Belanda. Pagi hari menghadirkan kesempatan untuk ikut sibuk di salah satu pasar apung yang spektakuler, tempat petani dan pedagang melakukan transaksi tawar menawar hasil panen dan buah, tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Ada dua pasar apung semacam ini, yang terbesar adalah pasar apung di sungai Barito, di pasar apung ini terdapat warung kopi apung yang menyediakan kopi susu dan kue untuk sarapan. Sementara itu di pasar Sungai Martapura berderet rumah-rumah kayu tradisional.

Jika Anda ingin mengunjungi pasar apung itu sebaiknya Anda berangkat pukul enam pagi, karena kegiatan dimulai ketika fajar tiba. Jika Anda ingin mengunjungi pasar Barito, pula dipertimbangkan pula untuk mampir di Pulau Kembang. Sebuah pulau yang dihuni oleh seribu ekor kera yang suka bercanda.


Gambar 1. Pasar apung di sungai Barito

Di pulau ini, sebuah komunitas kecil Cina telah mendirikan sebuah kelenteng kecil, berdasarkan kepercayaan mereka tempat itu mengandung sumber rejeki. Menurut kepercayaan mereka jika kera-kera itu mendatangi Anda, itu tandanya keberuntungan akan tiba. Jika kera-kera itu berlarian ke hutan, itu tandanya Anda tidak beruntung. Tentu saja, membeli kacang membeli kacang yang ditawarkan pedagang di pulau itu sama sekali tidak mengganggu hubungan Anda dengan penghuninya. Cukuplah bila Anda tinggal sejenak saja dan berjalan-jalan mengitari kelenteng itu.

Tinggal beberapa hari di Kalimantan Selatan memberikan Anda kesempatan untuk meninjau tempat lain yang menarik. Sekitar sejam perjalanan naik mobil ke arah utara dari kota terdapat tempat penggalian dan pasar intan, Martapura. Intan sahabat sejati perempuan, namun di Martapura, intan menjalin persahabatan erat dengan para lelaki yang mengayaki mereka sepanjang hari dan sepanjang malam. Di sana pembeli bisa tawar menawar harga intan yang ditaksir sangat rendah dibandingkan dengan harga intan di luar Indonesia.


Gambar 2. Penggalian intan di Martapura

Sementara itu, pegunungan Meratus, yang lokasinya empat jam jika ditempuh dengan mobil, merupakan tempat kebudayaan Dayak asli yang menakjubkan. Perjalanan lain yang menarik adalah naik rakit bambu menghilir arus yang berbatu-batu. Pemandu ANda akan mengikat beberapa batang bambu panjang dan menggunakan sebatang bambu lain yang ditancapkan ke dasar sungai untuk mengayuh rakit bambu itu dalam menyusuri sungai yang dikelilingi hutan yang belum terjamah.

Petualangan menarik lain di Banjarmasin adalah naik pesawat terbang kecil ke Taman Nasional Tanjung Puting. Dua atau tiga hari di sana akan menambah wawasan Anda tentang tempat perlindungan orang utan. Selamat bersenang-senang.


Gambar 3. Perlindungan orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting

Oleh : Bobby Prabawa
Gambar:
1. http://life.viva.co.id/news/read/374950-foto--sensasi--goyang--belanja-di-pasar-apung-asia
2. http://tanahair.kompas.com/read/2012/10/29/1719296/Intan..Harta.Terpendam.di.Bumi.Cempaka
3. http://www.ciputranews.com/kesra/dua-orang-utan-dievakuasi-setiap-bulan-dari-kalimantan


Related Posts :