Senin, 02 April 2018

Kampoeng Ilmu Surabaya

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/kampoeng-ilmu-surabaya

Jika anda menginginkan suasana berlibur yang santai tetapi berbau - bau pendidikan ? Maka disarankan untuk mampir ke Kampoeng Ilmu. Kampoeng Ilmu di Kota Surabaya ini memiliki area wisata yang tak cuma melulu berbicara tentang ilmu dan buku saja, juga suasana di sekitarnya tenang dengan taman bunga di luar gedung yang asri dan orang – orang di sekitarnya yang ramah akan membuat anda merasa seperti sedang berada di rumah sendiri. Anda bisa membeli buku – buku bacaan favorit, santai - santai saja dengan jalan – jalan keliling Kampoeng Ilmu untuk menikmati suasana udara segar di pagi hari. Semua yang anda lakukan di dalam area kampoeng adalah gratis. Kalau merasa lapar atau haus setelah keliling kesana - kemari, mampir saja ke kantinnya yang berada di pojok bangunan.

Alamat : Jalan Semarang No. 55, Tembok Dukuh, Bubutan, Kota Surabaya, jam buka : 08.00 – 24.00 WIB.

Seperti diketahui bahwa Kota Surabaya adalah kota yang menyenangkan. Jalanannya luas dan rapi di mana banyak terdapat taman – taman yang bersih dengan pepohonan rindang melindungi para pejalan kaki dari kepanasan di siang hari. Kota ini selalu mampu memikat hati wisatawan untuk berkali – kali berkunjung ke sini karena memiliki banyak bangunan klasik berusia tua yang masih terawat dengan baik hingga saat ini dan sekat antar bagian kota yang terlihat simetris. Anda akan berjumpa dengan orang - orang yang murah senyum dan suka berbincang – bincang dengan pendatang baru.

Java, Indonesia, Culture, Art, Performance, Jaran Kecak
Gambar : salah satu bentuk objek dari Festival Kampung Lawas Maspati, Surabaya

Terdapat jejeran rumah - rumah yang berada di pusat kampung terlihat menarik sebagai objek fotografi bagi yang hobi dengan kegiatan ini. Kebanyakan adalah rumah tua peninggalan rumah Belanda yang sudah berdiri sejak awal abad ke-19. Namanya adalah Kampung Maspati yang berasal dari era pasca Kerajaan Majapahit. Lorong - lorong kampung dicat warna – warni mencolok dan terlihat bersih. Masing - masing rumah mungil di sepanjang lorong memiliki kekhasan sendiri namun tetap mengusung bangunan dengan teras / bagian muka khas rumah zaman dahulu. Sebagian besar lorong di dalam kampoeng ini mirip dengan labirin yang rumit. Terdapat sebuah lorong besar terkoneksi dengan lorong – lorong kecil dan lorong kecil terkoneksi dengan lorong kecil lainnya. Jika anda baru pertama kali berkunjung ke sini dan kurang hafal dengan penempatan lorong, maka bisa saja masuk ke lorong satu, keluar di lorong yang lainnya alias tersesat.

Setelah puas melewati lorong demi lorong dan anda berhasil keluar dari sebuah labirin panjang yang rumit dan melelahkan, waktu sudah lewat tengah hari dan saatnya untuk makan siang. Berdekatan dengan kampoeng ini terdapat kompleks warung – warung makan angkringan murah meriah tetapi lezat untuk anda cicipi, ada warung makan bebek sinjai khas warga Madura juga populer di Kota Surabaya, kelezatannya memang tak tertandingi, oleh karena itu selalu dikunjungi oleh pelanggannya sehingga kadang – kadang membentuk sebuah antrean yang cukup panjang. Untuk oleh – oleh, anda bisa membeli sambal Bu Rudy, memiliki sebuah toko besar dengan beragam produk sambal andalan Bu Rudy.

Perjalanan liburan anda bisa dilanjutkan ke daerah Tugu Pahlawan yang berdekatan dengan Kampung Lawas Maspati. Tempat ini adalah sebuah kampung kuno yang cukup terkenal di kalangan turis asing. Apalagi pemerintah setempat telah membangun kampung ini sebagai kampung wisata andalan Kota Surabaya. Pada tahun 2016 yang lalu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Toto Heli Yanto, meluncurkan destinasi wisata eksotik, Kampung Lawas Maspati yang berlokasi di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/1/2016). Peresmian tersebut sekaligus menandai diselenggarakannya Festival Kampung Lawas Maspati 2016, secara swadaya oleh warga kampung itu sendiri. “ Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung pengembangan destinasi wisata yang berbasis masyarakat atau dikelola mandiri oleh warga. Akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan destinasi wisata lain, sebagai sebuah paket kunjungan agar lebih menarik, ” kata Risma usai acara dalam siaran pers yang diterima oleh patainanews.com, Kamis (28/1/2016).

Lorong - lorong unik khas Kampung Maspati ini sudah sejak lama dibangun dan menjadi saksi sejarah panjang Kota Surabaya. Juga banyak ditemukan tempat – tempat bersejarah lainnya di sana, mulai dari rumah – rumah warga Belanda tempo dulu yang sebelumnya berfungsi sebagai sekolah desa ( pada masa pendudukan Belanda yang disebut Sekolah Ongko Loro ( angka dua )). Kemudian ada bangunan bekas pabrik roti milik Haji Iskak yang pernah berfungsi menjadi dapur umum kala pertempuran bersejarah tanggal 10 November 1945. Saat ini bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Losmen ‘Asri’ dengan tegel dan arsitektur antiknya khas Surabaya. Di sisi kiri dan kanan dari bangunan losmen banyak dijumpai bangunan peninggalan kolonial lainnya dengan mengusung arsitektur khas Indis hingga ekletis ( campuran ) yang eksotik dan klasik.

Destinasi wisata eksotik dengan diselenggarakannya Festival Kampung Lawas Maspati tersebut di atas disemarakkan dengan aneka kegiatan menarik, seperti permainan tradisional, pasar tradisional dengan mengusung tema kuliner lokal, dan napak tilas sejarah rumah – rumah kuno serta penampilan grup musik patrol yang terdiri dari bocah - bocah Maspati memainkan lagu - lagu dengan diiringi oleh alat musik seadanya seperti galon dan tong bekas. Pada malam harinya disajikan musik keroncong dan pertunjukkan ludruk guna menghibur warga yang rindu terhadap hiburan rakyat di tengah gemerlapnya metropolitan Kota Surabaya yang semakin modern.

Mari mampir ke Kampung Maspati, dan nikmati keberadaan Kampoeng Ilmu di Surabaya tempo dulu.

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar : https://pixabay.com/en/java-indonesia-culture-art-206628/


Related Posts :