Rabu, 13 Desember 2017

Pulau Santen Sebagai Pantai Syariah di Banyuwangi

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/pulau-santen-sebagai-pantai-syariah-di-banyuwangi

Pantai syariah pertama di Indonesia ini berada di desa Karangharjo, Glenmore kabupaten Banyuwangi. Pantai ini awalnya bernama pantai pulau santen dan dibuat sedemikian rupa serta dipromosikan sebagai pantai syariah pertama di Indonesia. Sesuai dengan aturan syariah bahwa di pantai ini wanita dan pria dipisah.

D:\SPSEKIS\by AIS\IMG_4310.JPG
Gambar 1. Spanduk Pulau Santen

Spanduk pada gambar di atas memiliki dua warna yaitu merah dan hijau. Letak spanduk ini tepat di tengah-tengah dan sebagai batas pemisah untuk wanita dan pria. Merah (kiri) adalah wilayah wanita sedangkan hijau (kanan) wilayah pria. Pulau Santen sebenarnya cukup indah dan bersih. Namun, dikarenakan pantai ini memiliki pasir berwarna hitam (bukan putih untuk pantai wisata pada umumnya) sehingga air laut kelihatan kotor. Padahal air lautnya bersih. Selain itu ombak di pantai ini sedikit tinggi dibanding pantai lainnya sehingga memiliki kesan tersendiri untuk menikmati air laut di pantai ini. Hanya saja fasilitas untuk speedboat, banana boat dan lainnya tidak tersedia. Karena masyarakat dan pengelola tidak memiliki cukup dana untuk penyediaan fasilitas ini, mungkin di kemudian hari fasilitas seperti ini dapat segera disediakan.

Aturan syariah ini tentu memiliki kelonggaran, khususnya untuk yang sudah berkeluarga dan wisatawan asing yang berkunjung. Wisatawan juga dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat. Walaupun terpisah antara wanita dan pria namun masing-masing dapat melihat ke wilayah sebelahnya. Terlebih untuk wisatawan asing yang beberapa diantaranya masih mengenakan bikini untuk berenang. Walaupun sebagian besar wisatawan asing lebih senang duduk di pinggir pantai di bawah payung dan tempat duduk yang disewakan warga sekitar sambil membaca buku dan menikmati angin serta indahnya pemandangan di Pulau Santen. Tempat duduk dan payungnya dapat disewa sebesar Rp 10.000 sampai sore hari. Memang tidak bisa dibilang syar’i sepenuhnya, namun pemerintahan Kabupaten Banyuwangi memberikan terobosan baru untuk dalam dunia pariwisata khususnya pantai. Selain itu, hal menarik lainnya adalah ketika adzan berkumandang maka aktifitas di Pulau Santen berhenti sementara untuk melaksanakan solat. Minuman dan makanan yang diharamkan tentu dilarang di Pulau Santen. Wisatawan dapat menikmati berbagai macam olahan seafood yang tentunya masih segar hasil tangkapan nelayan sekitar.

D:\SPSEKIS\by AIS\IMG_4363.JPG
Gambar 2. Pulau Santen Pantai Syariah di Banyuwangi

Bentuk pantainya yang melengkung juga memberikan keindahan tersendiri, selain itu di ujung kiri pantai dapat terlihat pelabuhan ketapang yang biasa digunakan untuk menyeberang ke Pulau bali. Hal ini jugalah yang membuat Pulau Santen unik karena memiliki pemandangan berupa latar belakang dari Pulau Bali yang tentu tidak dapat dijumpai di pantai lainnya.

Tentu dari berbagai keunggulan Pulau Santen masih banyak perbaikan yang harus dilakukan untuk menarik wisatawan lebih banyak lagi. Diantaranya adalah wc umum, tempat khusus untuk yang sudah berkeluarga serta wisatawan asing dan berbagai alat wisata seperti speedboat dan lainnya yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Pulau Santen sebagai pengelola wisata tersebut.

Oleh: Ahmad Azhari Pohan
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
http://www.tribunwisata.com/2017/03/7-keunikan-wisata-pulau-santen-banyuwangi-rute-lokasi.html

Sumber Gambar:
1. Milik Pribadi
2. Milik Pribadi


Related Posts :