Selasa, 17 Oktober 2017

Pura Sangeh Yang Unik

Sudah terbit di: https://steemit.com/indonesia/@puncakbukit/pura-sangeh-yang-unik

Jika ditanya, provinsi di Indonesia yang manakah menyimpan paling banyak kawasan wisata yang menawarkan seni budaya berdasarkan atas latarbelakang panorama alam yang indah alami dan karakter warganya terkenal ramah–tamah hingga di seluruh dunia, mungkin Pulau Bali adalah jawabannya. Bali mempunyai begitu banyak kawasan wisata (alam, air, seni hingga spiritual) yang dikagumi oleh para wisatawan domestik hingga turis internasional. Saking banyaknya mereka memiliki tempat wisata di Bali, ada beberapa diantaranya yang jarang diketahui keberadaannya, salah satunya adalah Taman Wisata Alam Sangeh (Objek Wisata Bukit Sari Sangeh) atau sering juga disebut sebagai nama populer yaitu : Sangeh Monkey Forest.

Sangeh Bali sejak pertama kali ditemukan di Gianyar, Bali, memiliki kawasan hutan lindung sebagai tempat aman bersarangnya monyet-monyet Bali bertubuh kecil yang jinak–jinak liar, menjadikan area ini cocok sebagai daya tarik utama untuk membuka kawasan wisata alam, di mana di sekitarnya terdapat area hutan lindung yang masih sangat alami, tertata rapi dengan salah satu sudut hutan ditumbuhi oleh pohon pala berusia tua yang tinggi dan rindang menaungi jalan–jalan setapak, cukup luas dan dianggap suci oleh masyarakat setempat. Seperti biasa, pada waktu pagi hari, terlihat sekumpulan monyet liar bergelantungan di dahan pohon hutan akan mengakrabkan diri dengan para pelancong sambil berharap mendapatkan buah–buahan segar untuk santap sarapan pagi mereka, di mana di sekitar pura terdapat pedagang–pedagang kecil menjajakan buah pisang dan sayur wortel untuk dibeli oleh pengunjung guna diberikan kepada monyet–monyet tersebut.

Monkey, Bali, Ubud, Indonesia
Gambar 1 : kera yang sedang melamun di halaman depan Pura Sangeh yang unik

Lokasi Objek Wisata Sangeh Di Bali
Objek wisata spiritual Sangeh di Bali ini terletak di Kabupaten Badung, Bali, tepatnya di Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal, berada di seberang jalan menuju ke Pelaga. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Kota Denpasar, hanya membutuhkan jarak tempuh kurang lebih 22 km perjalanan panjang yang mengasyikkan dari pusat Kota Denpasar hingga tiba di Sangeh Monkey Forest, membutuhkan waktu sekitar 45 menit saja. Lokasi dari wisata spiritual Sangeh ini berdekatan dengan Pura Taman Ayun di Kecamatan Mengwi, jadi jika kebetulan anda berwisata ke Sangeh maka bisa melanjutkan perjalanan liburan anda ke kawasan wisata Pura Taman Ayun yang dikenal memiliki koleksi taman pura paling menarik di Pulau Bali.

Pura Bukit Sari berada di tengah hutan pala di Desa Sangeh, Badung bagian utara. Kawasan pura ini adalah salah satu obyek wisata yang sangat klasik dan menggoda bagi anda yang menyukai perjalanan liburan wisata spiritual. Area pura yang tenang berlatarbelakang bangunan pura khas arsitektur Bali terlihat seperti sebuah istana raja yang dikawal oleh ratusan pasukan kera jinak.

Bali, Ritual, Dance, Balinese, Culture
Gambar 2: penari Bali yang cantik dan gemulai sedang beratraksi di pelataran tengah Pura Sangeh ketika ada odalan besar/upacara keagamaan umat Hindu pada hari–hari tertentu di Bali

Menurut kisah yang sejak dulu dituturkan oleh sesepuh adat di Desa Ubud, Pura Bukit Sari pertama kali dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, anak angkat dari Raja Mengwi ketika itu, Cokorda Sakti Blambangan. Sejak beliau, Anak Agung Anglurah Made Karang Asem gemar melakukan kegiatan spiritual maka pada suatu malam ketika sedang bulan purnama, saat beliau menjalani pertapaan, ia memperoleh pawisik (ilham) agar segera mendirikan pura di tengah kawasan hutan pala di Desa Sangeh. Konon, Sangeh berasal dari dua kata : sang yang berarti orang dan ngeh berarti lihat atau dilihat orang. Banyak tumbuh subur pohon pala di sekitar desa, menurut mitos, pohon-pohon tersebut awalnya berasal dari kawasan Gunung Agung di bagian timur Bali. Biji buah pala diterbangkan oleh angin dan burung melalui sebuah perjalanan panjang dari Gunung Agung menuju kawasan Bali bagian barat. Sayangnya, di tengah jalan, pada waktu tengah malam, beberapa butir terlihat oleh seseorang yang sangat berminat ingin mengetahui tentang biji apa diterbangkan oleh angin tersebut ? Akibatnya, perjalanan gaib itu terhenti. Biji–biji buah pala dikembangkan di pinggir hutan Sangeh dan mampu tumbuh subur hingga saat ini. Kini, kawasan hutan pala Sangeh dihuni oleh ratusan monyet Bali berwarna abu dan berekor panjang. Populasinya terakhir sekitar 700 ekor. Kawanan monyet ini terbagi dalam tiga kelompok besar: kelompok barat, tengah, dan timur. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor monyet jantan sebagai rajanya.

Monyet-monyet di kawasan ini terlihat jinak dan tidak galak. Mereka senang sekali mendapatkan makanan segar berupa buah pisang dan wortel dari pengunjung. Meskipun demikian, jangan coba-coba membuat monyet–monyet ini marah. Mereka dengan tiba–tiba akan mencoet memanggil anak buahnya agar bisa bersama-sama menyerang anda.

Nah, tidak sulit menjangkau obyek wisata alam dan spiritual yang unik ini, dari Kuta jaraknya sekitar 45 kilometer. Fasilitas jalan menuju ke arah sana cukup bagus, sekitarnya anda bisa menyaksikan kawasan wisata lainnya di Bali sehingga perjalanan anda tidak akan membosankan, bisa dijangkau dengan taksi atau kendaraan pribadi. Demikian kami mengulas seadanya saja semoga saja anda berminat untuk berkunjung ke sini pada suatu hari nanti.

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar :
1. https://pixabay.com/en/monkey-bali-ubud-indonesia-1830443/
2. https://pixabay.com/en/bali-ritual-dance-balinese-culture-2243103/


Related Posts :