Selasa, 08 Agustus 2017

Taman Wisata Alam, Danau Towuti Di Sulawesi Selatan

Secara administratif, kawasan wisata Danau Towuti berada pada wilayah pemerintahan di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki luas sekitar 56.108 hektare (merupakan danau terluas kedua di Indonesia) dengan kedalamannya mencapai 200 meter. Di sepanjang tahun, curah hujan di sekitar danau rata - rata mencapai 2.784 mm sehingga cocok dijadikan sebagai objek kawasan wisata agrowisata.

Koleksi flora yang ditemukan di Danau Towuti memiliki 7 spesies berupa tanaman endemik. Peneliti dari Universitas Negeri Makassar telah berhasil mengidentifikasi 3 jenis tumbuhan pinang - pinangan (hydriastele) yang termasuk ke dalam kategori endemik. Menurut H.C. Hopkins menjelaskan bahwa tanaman hias ini merupakan tumbuhan endemik khas Danau Matano, diantaranya yang sukses dibudidayakan dalam skala besar adalah alinge (cinamomum SPP), betao (calophyllum soullatrii), agatis, belulang, cina - cina, jambu - jambu (euginia pucuk merah, coklat, dan ungu), meranti, dengen, dan lain - lainnya. Untuk koleksi fauna, di Danau Towuti memiliki 6 spesies kerang (tylomelania), 3 spesies kepiting (gecarcinucidae), 6 spesies udang dan 10 spesies ikan bersirip tajam (thelmaterinidae).

Salah satu spesies yang menarik minat banyak peneliti adalah ikan hias butini (glossogobius matanensis) yang hidup liar dan subur di dasar danau. Ada juga ikan opudi (telmatherina celebensis) merupakan salah satu ikan hias yang diperdagangkan secara komersil di dalam maupun luar negeri. Nama merek resmi dari bisnis UKM ikan hias ini adalah celebes rainbow fish atau celebes sail fish (mamalia : cervus timorensis, anoa quarlesi, babyrousa babirussa, sus celebensis, strigocuscus celebensis, rhyticeros cassidix, penelopides exarhatus, dan lain sebagainya. Untuk kelompok reptil : enhydris matannensis, pecuk ular anhinga melanogaster, buaya crocodylus porosus dan soa - soa hydrosaurus amboinensis. Burung : rhyticeros cassidix dan penelopides exarhatus, burung maleo, dan bubalus quarlesi.

Sunrise, Lake, Water, Scenic, Landscape, Wisconsin
Gambar : Sore hari di Danau Towuti

Seperti dijelaskan di atas, Danau Towuti merupakan salah satu danau terbesar di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai danau air tawar terbesar kedua se - Indonesia setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau ini mencapai kedalaman maksimal 203 meter yang berlokasi di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tepatnya di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Towuti, yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sulawesi Selatan di bawah Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Danau dengan luas mencapai 56.000 hektare ini berjarak sekitar 620 kilometer dari Kota Makassar, Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dengan rute Makassar – Parepare – Palopo – Masamba – Malili – Timampu – TWA. Untuk mencapai ke kawasan wisata ini anda menempuh perjalanan yang cukup menyenangkan karena kondisi jalannya relatif bagus dan bisa ditempuh dengan bus atau mobil dalam waktu 12 – 13 jam.

Fungsi lain dari danau tektonik ini selain terkenal sebagai salah satu kawasan wisata alam yang sejuk dan cocok dikunjungi bersama dengan keluarga adalah sebagai jalur penyeberangan yang menghubungkan antara Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara.

Terdapat beberapa gugusan pulau yang berada di tengah danau pada ketinggian sekitar 293 meter dpl, pulau terbesar bernama Pulau Loeha merupakan salah satu pulau sebagai habitat dari beberapa jenis fauna langka di Indonesia, cocok dimanfaatkan sebagai objek wisata edukasi bagi pelajar dan peneliti. Sumber air danau Towuti berasal dari beberapa mata air di sekitarnya yang masuk ke dalam danau melalui 26 sungai termasuk anak sungai. Pada beberapa bagian tertentu dari kawasan Danau Towuti ini terdapat padang rumput liar yang ditumbuhi oleh rerumputan jenis poaceae dan merupakan habitat cervus timorensis. Juga tumbuh dengan subur kayu manilkara fasciculata yang saat ini dibudidayakan secara komersil dalam skala besar karena keindahan dan ketahanan kayu yang berpengaruh besar terhadap permintaan pasar untuk tujuan ekspor.

Disarankan untuk berkunjung ke sini pada waktu pagi hari dimana anda bisa menyaksikan pemandangan di Danau Towuti sangat indah dengan air yang berwarna biru dan latar perbukitan yang selalu menghijau di sepanjang tahun, Ditemukan 14 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi yaitu crocodylus porosus dan hydrosaurus amboinensis dengan rasa daging ikan yang lezat dan gurih sehingga cocok dijadikan sebagai objek wisata mancing bagi anda yang suka kegiatan wisata ini. Khusus untuk remaja putra, anda bisa melakukan kegiatan hiking dan wisata air lainnya bersama dengan teman – teman.

Demikian kami mengulas sedikit saja semoga bermanfaat !

Penulis: Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar :
https://pixabay.com/en/sunrise-lake-water-scenic-182302/


Related Posts :