Selasa, 15 Agustus 2017

Menikmati Wisata Alam Ke Lembah Bakkara Di Pinggir Danau Toba

Secara administratif, Bakkara termasuk ke dalam wilayah kecamatan Bakti Raja (Bakkara, Tipang, Janji Raja), Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan)–Sumatera Utara. Bisa ditempuh melalui jalur darat, dari Medan, Bakkara bisa dicapai melalui dua jalur, jalur Medan–Kabanjahe–Sidikalang–Dolok, Sanggul-Bakkara atau jalur Medan-Tebing Tinggi–Pematangsiantar–Parapat–Balige–Dolok, Sanggul-Bakkara. Anda yang baru pertama kali berkunjung ke tempat ini disarankan untuk memilih rute yang pertama.

Lembah Bakkara yang berlokasi di pinggir Danau Toba cocok dimanfaatkan sebagai tujuan wisata alam yang indah dan mempesona hingga mampu memikat pelancong dari luar pulau untuk mengunjunginya. Kendaraan yang umum dipakai menuju Bakkara adalah dengan menggunakan Bus Toyota Hiace berwarna putih yang nyaman dan bersih serta ber-AC. Normalnya, Medan-Bakkara bisa ditempuh dalam delapan jam dengan bus berkecepatan sedang ini. Anda akan sampai di Bakkara sekitar pukul 15.00 WIB. Namun pada beberapa kondisi, ada sekelompok turis yang suka singgah pada beberapa tempat guna bersantai sambil mengambil beberapa objek fotografi atau melakukan santap makan siang berupa camilan seadanya saja, pukul 17.00 WIB anda akan bergerak dari Dolok Sanggul ke Bakkara. Perjalanan dari Dolok Sanggul ke Bakkara cukup panjang namun menjamin tidak akan membuat anda bosan karena jalannya yang bagus dengan latar belakang pemandangan alam pedesaan yang menawan berupa hamparan sawah, pemandangan pepohonan kelapa hijau, kebun mangga dan pepaya yang diselingi oleh rumah penduduk dan sesekali terdapat perkebunan kopi di mana akan ramai oleh petani setempat saat musim petik buah kopi tiba.

Lake Toba, Indonesia, Sky, Clouds, Landscape, Scenic
Gambar. Lembah Bakkara

Memasuki lembah Bakkara, anda akan dihadapkan kepada rumah-rumah penduduk yang sederhana bersanding dengan area persawahan dan ladang rempah seperti bawang merah dan bawang putih, merupakan pemandangan yang mencerahkan mata untuk anda nikmati pada waktu pagi hari. Suasana alam pedesaan yang cukup tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Pukul 17.56 WIB, sebagian warga Bakkara terutama ibu–ibu rumah tangga terlihat masih sibuk mencangkul sawah atau ladang. Menyaksikan keuletan mereka, hati seperti ternutrisi, terbawa suasana pedesaan yang khas dan alami. Seperti anda rindu kampung halaman dan kenangan masa kecil ketika anda bermain–main di sawah yang menyenangkan untuk dilakukan bersama teman-teman.

Di kanan jalan, tebing perbukitan menganga lebar, sedangkan di sebelah kiri adalah jurang. Di seberang sebelah kiri itulah terdapat pepohonan pinus yang tumbuh liar dan subur di badan bukit terlihat jelas menghijau di sepanjang tahun dengan keunikan tersendiri berupa buah pinus matang berwarna cokelat kering berjatuhan dan berserakan di bawah pohon, di mana beberapa perempuan setempat mengumpulkannya untuk beragam keperluan.

Pesona Bakkara dimulai dari pemandangan alam berupa hutan pinus liar di mana pada musim–musim tertentu terdapat sekumpulan burung hutan membuat sarang untuk bertelur, lalu dilanjutkan dengan menuruni perbukitan untuk tiba ke Lembah Bakkara. Nun jauh di kaki lembah, pemandangan alam samar–samar terlihat karena daerah ini selalu tertutup kabut putih yang menggantung sangat rendah seperti berada di atas kepala anda. Meskipun sepanjang tahun cuaca kurang mendukung untuk melakukan acara foto-foto, dari ketinggian tersebut, Bakkara memang terkenal sebagai salah satu kawasan wisata yang mempesona terutama saat cuaca sedang cerah.

Anda bisa berhenti di sebuah warung kopi tradisional di Desa Simangulampe, Bakti Raja yang terletak di pinggiran Danau Toba, dapat melakukan kegiatan sosial (turis asing) dengan berbincang–bincang sejenak bersama warga Bakkara sembari menyeruput kopi hitam khas daerah ini yang cukup populer bernama Kopi Lintong / Sumatra Lintong Coffee Arabica yang diambil dari nama Kecamatan Lintong Nihuta. Kopi Lintong ini merupakan merek dagang di perdagangan internasional untuk semua jenis kopi yang berasal dari Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Varietas kopi di atas menjadi varietas yang mudah dibudidayakan di Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya pada area perkebunan baru di mana tanaman kopi akan cepat menghasilkan (1-2 tahun) dan mampu berproduksi secara terus menerus dalam setahun. Saat ini, varietas Kopi Sigarar Utang ditanam dalam skala besar hingga ke beberapa kabupaten lainnya di sekitar Humbang Hasundutan, khususnya sekitar Danau Toba seperti Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Dairi dan juga Kapubaten Karo. Diketahui bahwa Kopi Lintong Arabika dari Humbang Hasundutan ini sangat terkenal di pasaran international dalam berbagai nama dagang seperti Sumatra Lintong Coffee Arabika, Sumatra Lintong Mandheling, Blue Batak, dll.

Nah, melihat banyak keistimewaan yang tersuguh dari kawasan wisata tersebut di atas, sudah sepatutnya anda mencoba sekali waktu untuk liburan ke sana.

Penulis: Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar :
https://pixabay.com/en/lake-toba-indonesia-sky-clouds-1894746/


Related Posts :