Jumat, 18 Agustus 2017

Batur, Desa Dengan Keindahan Yang Tiada Tara

Gunung Batur adalah sebuah gunung berapi yang aktif di Batur, Kecamatan Kintamani. Berlokasi di barat laut Gunung Agung, gunung ini menyimpan kaldera berukuran 13,8 x 10 KM. Sejak zaman dulu, Gunung Batur telah berkali - kali meletus. Tercatat dalam sejarah, kegiatan letusan Gunung Batur dimulai sejak tahun 1804 dan letusan terakhir yang paling dahsyat terjadi tahun 2000 yaitu pada tanggal 2 Agustus dan berakhir 21 September 1926. Letusan Gunung Batur itu menyebabkan aliran lahar panas tersebut keluar dari mulut kaldera yang menimbun Desa Batur dan Pura Ulun Danau Batur.

Jika anda melihat Gunung Batur dari arah ketinggian, warnanya yang hitam keabu–abuan seolah-olah memperlihatkan bahwa pepohonan di area gunung tersebut seperti mengalami kekeringan atau habis terbakar. Namun apabila anda jelajahi lebih dekat, ternyata warna tersebut berasal dari hamparan bebatuan hitam yang teronggok secara liar dan unik di atas permukaan tanah. Warna inilah yang menyebabkan Gunung Batur terlihat menakjubkan dari kejauhan.

Pencinta kegiatan mendaki gunung tepat menjadikan puncak Gunung Batur sebagai objek wisata petualang di mana membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam menuju ke kaki gunung dengan dengan menyewa jasa pemandu lokal ataupun kenalan setempat yang sudah berpengalaman dalam mendaki gunung ini, sebelumnya. Begitu anda tiba di puncak gunung, anda akan terperangah menyaksikan keindahan Gunung Agung dan Gunung Rinjani di kejauhan kaki langit. Selain mendaki, anda bisa berkunjung ke daerah wisata lainnya berdekatan dengan kawasan wisata ini seperti jalan – jalan ke desa adat Kedisan, Desa Batur, Desa Penulisan, Buahan, Toya Bungkah dan Desa Songan.

Gunung Batur, Kitamani, Bali, Indonesia, Mountain
Gambar. Gunung Batur

Sedangkan untuk wisata budaya di kawasan Gunung Batur, anda bisa berkunjung ke Desa Trunyan yang berlokasi di sebelah utara Desa Trunyan di mana terdapat beberapa objek wisata seperti lokasi pemakaman desa yang unik yaitu jenazah di sini tidak dikuburkan seperti pemakaman pada tempat lainnya atau dibakar, melainkan hanya diletakkan begitu saja di bawah pohon rindang dan besar yang tumbuh subur dan liar di area pekuburan, selanjutnya dilakukan upacara kematian menurut ajaran agama Hindu di desa ini. Tempat pemakaman ini sepanjang tahun dipenuhi oleh tulang – tulang jasad warga yang sudah meninggal, dan jika anda beruntung, anda bisa menemukan mayat yang masih baru di mana mayat - mayat tersebut tidak mengeluarkan bau sama sekali yang merusak kesegaran udara di sekitar pekuburan karena lokasi kuburan yang berada di pinggir danau berdekatan dengan kawasan Gunung Batur yang memiliki udara sejuk di sepanjang hari dengan pohon – pohon langka besar yang mengeluarkan bau wangi dari kuntum bunga dan getah seperti kayu cendana.

Nah untuk anda yang menyukai liburan ala turis backpacker dan bernyali besar, anda bisa berkunjung ke Desa Trunyan yang memiliki kondisi alam menyerupai Sumatera Utara yang terkenal memiliki Danau Toba sebagai salah satu objek wisata alam yang disukai oleh turis mancanegara, Bali khususnya Desa Trunyan memiliki Danau Batur sebagai andalan mereka. Hal ini disebabkan karena Danau Batur dan sekitarnya memiliki panorama yang spektakuler tetapi masih alami dan merupakan danau terluas di Bali.

Danau Batur yang berbentuk bulan sabit ini terletak di dalam kaldera Gunung Batur yang mempunyai panjang sekitar 7,5 km, lebar 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2. Kaldera Gunung Batur terbentuk unik dan menarik sebagai akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu. Letusan ini membentuk lahan subur di sekitar danau hingga menjadi kawasan wisata Danau Batur merupakan kawasan wisata yang sejak dulu dimanfaatkan sebagai kawasan wisata agrowisata pertanian sayuran, buah – buahan dan tanaman herbal karena terletak pada ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut. Di danau ini terdapat aliran air dalam tanah yang mengalirkan air Danau Batur ke beberapa anak sungai, selanjutnya muncul menjadi mata air di beberapa tempat di Bali yang oleh umat Hindu di Bali dianggap sebagai “Tirta Suci”.

Di pinggir danau terdapat sebuah desa adat bernama Desa Kedisan. Untuk bisa mencapainya, para pengunjung wajib menuruni bukit yang lumayan terjal, berbatu dan berpasir hingga akhirnya sampai ke pinggir Desa Kedisan yang berada di tepi danau. Di pinggir barat Danau Batur berdekatan dengan desa ini terdapat kawasan wisata Toyobungkah yang merupakan sumber mata air panas alam terbaik di Bali yang berguna untuk berendam dan terapi kesehatan kulit dan tubuh lainnya dari berbagai penyakit karena air panas di sini diyakini dapat menyembuhkan dengan cara tradisional. Apabila anda ingin yang lebih tertutup, maka berkunjunglah ke Tirta Sanjiwani Hot Spring Complex. Di tempat ini anda dapat berendam untuk menghilangkan lelah dan pegal - pegal khususnya bagi mereka yang baru saja pulang dari mendaki, bersepeda santai atau kegiatan hiking.

Makanan Khas Bali
Kurang lengkap rasanya jika liburan anda di Bali kalau anda belum mencicipi kuliner khas Bali yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para foodies karena diracik dengan bumbu rempah - rempah yang pedas dan kuat.

Melalui artikel kami kali ini akan merekomendasikan beberapa makanan khas Bali yang wajib dicoba di mana anda bisa menemukan masakan ini di beberapa warung makan tradisional yang berdiri dengan arsitektur warung khas Bali di kawasan wisata Gunung Batur tersebut di atas.

1. Ayam Betutu. Siapa yang tidak suka menyantap sajian menarik bernama ayam betutu ini ? Menu yang satu ini sejak lama menjadi icon makanan khas Bali. Jika anda adalah penyuka masakan pedas, bersiaplah untuk mencoba masakan ini. Betutu adalah sajian masakan Bali yang berlimpahkan rempah - rempah sebagai bumbu dengan rasa super pedas, di mana bumbu tersebut dimasukkan ke bagian dalam perut ayam kampung lalu dagingnya dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang memakai bara api sekam yang memakan waktu hingga 24 jam, agar bisa menghasilkan cita rasa gurih, lembut dan pedas khas masakan Bali, betutu ini kadang – kadang menggunakan daging bebek.

2. Sate Lilit. Berbeda dengan sate pada umumnya yang terbuat dari daging diberi bumbu lalu ditusuk, sate lilit justru dibuat dengan cara bahannya dililit. Sebelumnya, daging akan dicincang halus dan diramu dengan bumbu Bali yang kaya akan cita rasa bumbu berempah. Setelah membentuk pasta kemudian dililitkan di batang daun serai atau tangkai bambu untuk selanjutnya dibakar hingga matang. Rasanya dijamin empuk dan gurih ! Lilitan sate yang menggunakan batang dari daun serai lebih mantap karena tercampur bau wangi dari air batang daun serai. Pada umumnya daging yang digunakan adalah daging ayam, babi, ataupun ikan tenggiri.

3. Babi Guling. Meskipun rasanya sangat enak, perlu digaris bawahi dan anda ingat bahwa makanan yang satu ini seratus persen tidak halal. Namun untuk beberapa pelancong khususnya turis asal Jepang dan Taiwan, makanan inilah yang menjadi tujuan utama wisata kuliner bagi masyarakat Bali maupun wisatawan lokal dan turis asing. Warna kulit dari babi guling yang kecokelatan terasa renyah di lidah. Apalagi dagingnya yang empuk dan kaya rempah – rempah membuat siapa saja akan ketagihan menikmatinya bersama dengan sepiring nasi pulen dan taburan sambal bawang goreng / embe. Uniknya, bumbu basa genep Bali dan sayur daun ketela pohon sebagai pelengkap dimasukkan ke dalam perut babi lalu diguling di atas bara api. Menu pendampingnya adalah sate lilit dan semangkuk kecil jukut ares.

Demikian kami menjelaskan semoga anda tertarik !

Penulis : Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar:
https://pixabay.com/en/gunung-batur-kitamani-bali-209530/


Related Posts :