Rabu, 07 September 2016

Rumah Joglo, Simbol Kehidupan Masyarakat Jawa

Joglo yaitu salah satu rumah tradisional masyarakat Jawa. Bagi sebagian besar masyarakat asli Jawa, tentunya tak asing lagi dengan rumah tradisional ini. Nah, sebagai rumah tradisional, tentunya Joglo tak hanya sekedar bangunan saja. Tetapi juga, memaknakan kehidupan masyarakat Jawa yang sesungguhnya. Nah, apa saja makna-makna kehidupan masyarakat Jawa yang terkandung dalam rumah Joglo?


Gambar 1. Joglo, Rumah Tradisional Jawa

Menjunjung Kebersamaan dan Keterbukaan

Pada bagian dalam rumah Joglo, tak ada dinding pemisah antar ruang seperti halnya interior rumah modern. Karenanya, siapapun yang berada di dalamnya lebih mudah berkomunikasi dan bertegur sapa. Dan juga, lebih mudah untuk saling mengenal. Nah, tak adanya dinding ini menyimbolkan kehidupan masyarakat yang menjunjung kebersamaan dan keterbukaan, meskipun orang Jawa pada dasarnya berkarakter introvert. Kebersamaan dan keterbukaan ini diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, saling tolong menolong ataupun bergotong royong.


Gambar 2. Bagian Dalam Rumah Joglo Modern

Mengenal Alam dengan Baik

Pada rumah modern, terdapat batasan interior dengan eksterior. Nah, pada rumah Joglo, sesungguhnya tak batas antara interior dengan eksterior. Tak adanya batas ini menyimbolkan masyarakat yang mengenal alam dengan sangat baik. Nah, dalam perspektif masyarakat tradisional Jawa, alam dipandang sebagai sumber kehidupan bagi manusia. Misalnya, alam dipandang sebagai tempat tersedianya air bersih yang menunjang kehidupan manusia. Contoh lainnya, alam dipandang sebagai sumber berbagai pangan termasuk bahan makanan pokok. Dengan demikian, karena mengenal alam dengan sangat baik, kehidupan masyarakat sangat makmur.

Mengakui Eksistensi Alam Gaib

Alam, dalam perspektif tradisional Jawa, tak hanya sebatas bersifat fisik saja. Tetapi juga, bersifat metafisisis (gaib). Dengan demikian, tak adanya batas antara eksterior dan interior pun menyimbolkan pengakuan eksistensi alam gaib. Nah, seperti apa alam gaib dalam perspektif tradisional Jawa? Alam gaib dipandang sebagai kekuatan misterius yang menciptakan dunia dan akan menghancurkan dunia pada suatu saat.

Simbol Pengakuan Terhadap Kekuasaan Sang Maha Kuasa

Pada rumah joglo, tiang-tiang atap tak hanya berfungsi sebagai fondasi rumah saja. Tetapi juga, mencerminkan kepasrahan manusia terhadap Sang Maha Kuasa. Lalu, apa kaitan tiang dengan hal tersebut? Ibaratkan tiang-tiang atap sebagai intelektualitas manusia. Setinggi-tingginya tiang yang digunakan sebagai fondasi, akan berujung menahan atap yang berdesain horizontal. Hal ini menyimbolkan bahwa sehebat-hebatnya intelektualitas manusia, kekuasaan Sang Maha Kuasa tak akan sanggup ditandingi. Dengan demikian, berdasarkan filosofi tiang rumah Joglo, sudah menjadi kodrat manusia untuk terus mengembangkan intelektualitas. Tentunya, bukan intelektualitas yang menjauhkan manusia dari Sang Maha Kuasa


Gambar 3. Ilustrasi Detail Tiang Rumah Joglo

Demikianlah, makna-makna kehidupan masyarakat Jawa yang terkandung dalam rumah Joglo. Karena Joglo kaya dengan makna-makna filosofis, menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga kelestariannya.

Oleh: Rahadian

Materi Referensi:
Majalah Asri. Edisi Mei 1993. Hal 67-69
Sumber gambar:
1. http://kebudayaanindonesia.net/media/images/upload/culture/rumahjoglo1.jpg
2. http://panduanrumah.com/wp-content/uploads/2015/02/Rumah-Joglo-Interior-Modern.jpg
3. https://perfectivedesign.files.wordpress.com/2010/08/soko-guru-joglo-kanjeng.jpg?w=840


Related Posts :