Rabu, 04 Februari 2015

Indahnya Karang di Pantai Laguna Pari

Banten merupakan provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa. Hal itu tentu saja membuat Banten memiliki sederet nama pantai yang menjadi objek wisata yang tak kalah menarik dibandingkan objek wisata lainnya. Sebut saja Pantai Carita, Sawarna, dan Tanjung Lesung. Tapi tak banyak yang tahu bahwa di antara pantai-pantai tersebut masih ada satu pantai yang patut Anda kunjungi ketika berkunjung ke Banten.

Pantai Laguna Pari, pantai yang terletak di Desa Caringin, perbatasan antara Kecamatan Labuan dan Carita, Pandeglang ini memang tidak setenar ‘teman-temannya’. Tapi bukan berarti Pantai Laguna Pari boleh Anda lewati begitu saja. Selain karena pemandangan di sana masih sangat alami dengan karang-karang di pesisir pantai, keadaan pantai juga cukup bersih karena pengunjung tidak terlalu ramai.

Di sana, Anda bisa melakukan banyak hal layaknya di pantai. Menikmati ombak sembari menunggu matahari terbenam, memuaskan hobi fotografi Anda, ataupun memancing ikan dari atas karang.


Foto 1. Memancing di atas karang

Jika air laut sedang surut, Anda bisa menjelajahi pantai dan menaiki karang-karang yang agak tajam. Tetapi bila Anda mengunjungi pantai saat air pasang, jangan sedih! Anda justru dapat melihat pemandangan unik yaitu beberapa pohon yang terlihat seolah-olah ‘tumbuh’ di tengah-tengah laut.


Foto 2. Pohon di tengah air pasang

Kebanyakan karang di Pantai Laguna Pari dihasilkan oleh terjangan ombak laut yang mengakibatkan aberasi di bibir pantai. Namun ada pula cerita yang mengatakan bahwa puluhan tahun lalu, pantai tersebut adalah milik para pengusaha dari China. Mereka membeli pantai tersebut dengan tujuan menjadikan Pantai Laguna Pari sebagai dermaga. Hanya saja pada masa-masa pembuatannya, dermaga tersebut justru ambruk yang mengakibatkan para pengusaha itu bangkrut dan tidak dapat menyelesaikan proses pembuatan dermaga. Akhirnya, sampai sekarang Pantai Laguna Pari ditinggalkan oleh pemiliknya.

Beberapa rumah di sekitar pantai dibiarkan kosong tak berpenghuni, jalanan menuju pantai pun terlihat agak rusak dan becek. Padahal pemandangan di sekitar jalanan menuju pantai pun tak kalah menarik. Hutan yang tidak lebat di sepanjang jalan, dengan latar belakang gunung yang menjulang di kejauhan. Sayangnya, kondisi di sekitar situ tidak terawat.

Adapun biaya masuk ke dalam pantai, Anda cukup mengeluarkan uang Rp 2000 per orang. Sedangkan untuk transportasi, dari Stasiun Rangkasbitung Anda bisa naik angkot 01 berwarna merah tujuan Terminal Mandala dengan ongkos Rp 5.000, lalu dari Mandala naik angkot RKS turun di Pandeglang dengan ongkos Rp 10.000, dari Pandeglang naik angkot hitam ke arah Pari dengan ongkos sekitar Rp 10.000 – 20.000, selanjutnya Anda harus berjalan kaki beberapa ratus meter untuk sampai ke pantai. Alternatif lain agar lebih mudah, yaitu Anda bisa naik ojek atau men-charter mobil dari Pandeglang sampai ke pantai. Jadi, tunggu apalagi?

Oleh : Nila Fauziyah
Referensi :
Foto: dokumen pribadi
Artikel dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan wawancara penduduk setempat.


Related Posts :