Senin, 19 Januari 2015

Taman Bungkul, Oase Di Tengah Kota Surabaya

Siapa yang tidak kenal dengan Taman Bungkul? Taman yang menjadi salah satu ikon Kota Surabaya ini memang menjadi favorit dan kebanggaan masyarakat Surabaya. Dengan berlokasi di tengah kota, Taman Bungkul menjadi tempat bagi banyak orang untuk saling berbaur dan berinteraksi. Taman Bungkul yang diresmikan pada 21 Maret 2007 ini didirikan di atas lahan seluas 900 m2 . Di taman ini juga terdapat makam Mbah Bungkul yang menjadi awal penamaan objek wisata satu ini. Menurut sejarah, Mbah Bungkul membuat taman ini bersama Sunan Ampel. Pada akhirnya, makam Mbah Bungkul yang berada di bangunan beratap menjadi tujuan akhir peziarah setelah puas berkeliling Taman Bungkul. Selain makam Mbah Bungkul, terdapat juga makam Mbah Soleh yang merupakan pengikut Sunan Ampel.

Dijamin anda betah berlama-lama di taman ini, karena dihiasi oleh banyak pepohonan rindang dan aneka jenis bunga. Taman Bungkul juga dilengkapi fasilitas plaza untuk live performance, jogging track, arena skateboard, dan arena bersepeda. Setiap akhir pekan, taman ini selalu diramaikan oleh komunitas sepeda BMX dan komunitas skateboard. Seringkali aktivitas mereka yang melatih kemampuan justru menjadi atraksi yang menarik bagi pengunjung. Selain itu, Taman Bungkul juga menyediakan fasilitas internet nirkabel gratis, sehingga sambil menikmati suasana asri taman dan menghirup udara segar, anda bisa menikmati aktivitas berselancar di internet.


Gambar 1. Taman Bungkul yang Menghijau

Taman Bungkul menjadi objek wisata yang sangat sesuai untuk anak-anak karena di taman ini, mereka dapat bermain sepuasnya. Terdapat arena bermain yang meliputi ayunan, jungkat-jungkit, dan papan seluncur. Para penyandang cacat juga bisa ikut berekreasi di taman ini, karena disediakan jalur khusus penyandang cacat berupa jalan landai untuk mereka yang menggunakan kursi roda. Tersedia juga track dengan susunan batu yang dapat digunakan para lansia untuk melakukan refleksi kaki. Tidak hanya hiburan semata, Taman Bungkul juga menyediakan pusat jajanan yang menyuguhkan variasi makanan-minuman seperti bakso, rawon, mie ayam, dan soto. Pusat jajanan ini berada di sisi timur makam Mbah Bungkul.

Saat malam hari, Taman Bungkul tetap ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan di malam minggu tidak terhitung berapa banyak pengunjung Taman Bungkul. Setiap hari Minggu pagi, Taman Bungkul dipadati para pedagang, mulai dari pedagang batu akik, dompet, jam tangan, boneka, sampai obat kuat. Harga yang ditawarkan pedagang pun terhitung murah. Di tengah panasnya suhu Kota Surabaya, padatnya jalanan dan rutinitas kerja, Taman Bungkul hadir menjadi oase yang memberikan kesejukan bagi para pengunjung.


Gambar 2. Taman Bungkul di Malam Hari

Taman Bungkul berlokasi di Jl. Raya Darmo, yang merupakan kawasan protokol Surabaya, sehingga tidak sulit untuk mencapainya. Tidak ada kata tutup untuk taman ini. Bila ingin merasakan keramaian Taman Bungkul, datanglah pada malam minggu dan hari Minggu pagi. Biasanya pada waktu-waktu ini Taman Bungkul ramai dikunjungi oleh muda-mudi.

Oleh : Rahel Simbolon
Referensi tulisan:
1. http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/bungkul-park.html
2. https://fasilitasumumsby.wordpress.com/taman/taman-bungkul/

Referensi gambar:
1. http://wordpresssea-devimawarni.rhcloud.com/?page_id=2
2. http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-surabaya-yang-wajib-dikunjungi/


Related Posts :