Senin, 12 Januari 2015

Keindahan Danau Toba dari Balige

Danau Toba terbentuk setelah letusan dahsyat gunung berapi dari 75 ribu tahun yang lalu. Serangkaian letusannya tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar dalam 2,5 juta tahun terakhir. Muntahan abu vulkaniknya mencapai 2.800 kilometer kubik yang menyebar ke Laut Cina Selatan hingga Laut Arab. Konon, abu vulkanik itu menyebabkan musim dingin berkepanjangan di muka bumi. Pembentukan Danau Toba adalah satu keajaiban dunia yang tidak pernah habis secara ilmiah. Sejarahnya saja bisa menjadi bagian dari pariwisata yang amat besar. Kini letusan dahsyat itu menyisakan keindahan alam yang bisa dinikmati wisatawan, salah satunya melalui Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Dari Balige, Ibu Kota Tobasa, terlihat bukit-bukit landai dengan pepohonan hijaunya mengelilingi Danau Toba.

Permukaan air danau yang tenang memantulkan sinar Matahari di pagi atau sore hari. Kalau ingin menikmati pantai, wisatawan bisa juga mengunjungi kawasan tepi danau yang memiliki hamparan pasir putih seperti di Tara Bunga, Meat dan Lumban di Bulbul. Selama ini orang mengenal Danau Toba dari Parapat yang dibangun sejak zaman Belanda. Daerah lain juga potensial, apalagi di Tobasa, dengan adanya Bandara Silangit, pintu gerbang Toba bisa bergeser ke Tobasa.

Pesona Tobasa tak hanya Danau Toba. Kabupaten yang terdiri dari 16 kecamatan ini juga menyuguhkan budaya Batak dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, misalnya wisatawan bisa merasakan suasana kampung tradisional Batak, lengkap dengan rumah-rumah bolon (rumah tradisional suku Batak) dengan gorga (ukiran) yang indah. Ada pula pembuatan ulos dengan tenun tradisional.


Gambar 1. Danau Toba

Selain ulos Tobasa juga dikenal sebagai penghasil mandar, sarung tenun yang biasa digunakan masyarakat sehari-hari. Berbeda dengan ulos, mandar yang memiliki motif khas kotak-kotak atau garis ini lebih kaya warna. Budaya dari enam sub-etnis Batak juga bisa dinikmati dari Museum Batak yang berada di kompleks TB Silalahi centre Balige. Museum yang terletak di tepi Danau Toba ini dibangun khusus untuk melestarikan budaya leluhur suku Batak, sekaligus mengedukasi , memotivasi, dan menginspirasi generasi muda.

Benda-benda koleksinya lengkap, mulai dari bolon, peralatan bertani, perlengkapan dapur, sampai dengan perlengkapan upacara adat. Nikmati pula suguhan khas kuliner Tobasa yang unik. Salah satu hidangan khasnya adalah dali ni horbo, susu kerbau yang dimasak dengan campuran bahan tertentu hingga mengeras seperti kembang tahu. Ada pula mi gomak, mi berukuran besar yang disajikan dengan sayuran serta saus kental yang terbuat dari campuran kelapa sangrai, santan, dan cabai. Tobasa juga dikenal sebagai penghasil ikan pora-pora. Sejenis ikan air tawar berukuran kecil yang banyak dijumpai di muara sungai di Tobasa. Jika ikan ini masih banyak ditemukan, artinya air tempat ia hidup memiliki tingkat kebersihan tinggi.

Bagaimana Cara Menuju Tobasa?

Jika perjalanan Anda ditempuh melalui jalur darat, dari Medan atau Bandara Kuala Namu bisa ditempuh dengan mobil travel dengan lama perjalanan sekitar lima jam melalui Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat. Ongkosnya sebesar Rp 100 -120 ribu per orang. Jika perjalanan Anda ditempuh melalui jalur udara, dari Bandara Kuala Namu bisa menuju Bandara Silangit di Tapanuli Utara menggunakan Susi Air. Jadwal penerbangan setiap hari dimulai pukul 11.10 dan tiba pukul 11.50. Perjalanan darat dari Bandara Silangit ke Balige sekitar 20 menit. Selamat bersenang-senang.

Oleh : Bobby Prabawa
Sumber :
Tempo, Edisi Khusus Wisata Pilihan, November 2013
Gambar:
1. http://visit-indonesian.com/wp-content/uploads/2014/10/DanauToba.jpg


Related Posts :