Rabu, 07 Januari 2015

Awet Muda dengan Air Pemandian Ken Dedes di Jawa Timur

Masih ingat dengan pelajaran sejarah semasa SD dulu yang menyebutkan kisah Ken Dedes dan Ken Arok? Tahu tidak bahwa peninggalan masa itu masih bisa anda lihat saat ini di Jawa Timur. Tempat itu bernama Pemandian Ken Dedes. Air yang jernih, suasana pemandian yang sejuk dan mitos bahwa air pemandian dapat membuat awet muda, membuat Pemandian Ken Dedes menjadi objek wisata yang cukup ramai dikunjungi di Kota Malang. Pemandian Ken Dedes berada di daerah Singosari, lebih tepatnya di Jalan Ken Dedes yang berjarak 1 kilometer dari sisi barat Candi Singosari. Adapun pemandian yang juga dikenal dengan Petirtaan Watu Gede ini dibangun pada tahun 1200-an, di mana Kerajaan Singosari tengah berjaya di Pulau Jawa.

Konon, Pemandian Ken Dedes ini merupakan tempat pertemuan Ken Dedes dan Ken Arok. Dulunya, pemandian ini dijadikan tempat bermain dan tempat penyucian diri para putri raja. Terdapat sebuah sumur tua pada pojok Pemandian Ken Dedes dan Palinggih. Sementara di samping Palinggih, terdapat sebuah pohon bernama “Elo” yang diyakini telah tumbuh seiring dengan berdirinya Pemandian Ken Dedes. Selain itu, kita juga dapat melihat arca manusia berkepala air yang mengeluarkan air sebagai pengisi kolam.

Bagi anda yang ingin bermain air ataupun berenang, pihak pengelola Pemandian Ken Dedes telah menyediakan fasilitas pendukung, berupa 3 kolam renang, yaitu kolam renang kecil dengan papan seluncuran, kolam renang anak-anak, dan kolam renang dewasa. Selain itu, disediakan juga fasilitas bermain bagi anak-anak, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan kereta mini. Tiupan angin yang menimbulkan bunyi gemerisik pohon, kicauan burung, dan udara sejuk di sekitar kolam menambah kenyamanan mereka yang sedang berenang.


Gambar 1. Pemandian Ken Dedes

Selain kolam, pengunjung juga dapat berpiknik di salah satu sisi pemandian. Di sana terdapat bukit kecil yang dihuni oleh pepohonan rindang yang dapat dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat bersantai sambil menikmati udara segar khas perbukitan dan menikmati makanan yang bisa anda dapatkan di stand makanan yang terdapat di kompleks pemandian. Legenda Ken Dedes yang mengakar kuat di Singosari membuat pemandian ini selalu diramaikan pengunjung, apalagi bila akhir pekan dan hari libur. Sepuasnya berenang di pemandian, anda bisa bertolak menuju Pusat Kerajinan Ken Dedes yang terdiri dari 56 stand kerajinan dan terbagi menjadi Graha Ken Umang, Graha Tumapel, dan Graha Gayatri. Pusat Kerajinan Ken Dedes ini menampilkan banyak koleksi kerajinan tangan, seperti topeng Malangan, kerajinan kayu, Rencong Aceh, tas unik, dan perhiasan perak. Tidak jarang beberapa kerajinan ini telah diekspor ke luar negeri. Sepulang dari Pemandian Ken Dedes, sempatkanlah diri anda untuk membeli berbagai produk kerajinan di pusat kerajinan ini sebagai oleh-oleh.


Gambar 2. Permainan Air di Pemandian Ken Dedes

Pemandian Ken Dedes dapat dicapai dengan mengikuti rute menuju Candi Singosari. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui jalan Malang-Surabaya sampai menemukan Candi Singosari, kemudian arahkanlah kendaraan anda ke sebelah barat sejauh 1 kilometer. Jika anda menggunakan kendaraan umum, bisa berangkat dari Terminal Malang dengan menaiki mikrolet jurusan Singosari-Ketangi-Landungsari, kemudian turun di Pasar Singosari. Jika berangkat dari Terminal Arjosari, bisa dengan menaiki angkot jurusan Lawang-Arjosari atau Glugur-Langlang-Arjosari. Setelah itu perjalanan menuju pemandian bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menaiki ojek.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://www.indonesiakaya.com/kanal/foto_detail/petirtaan-ken-dedes-tempat-pemandian-putri-raja#3794
2. https://farrelhayfa.wordpress.com/2010/09/25/wisata-kota-malang-pemandian-ken-dedes-singosari/


Related Posts :