Selasa, 02 Desember 2014

Pulau Komodo: Pulau Surga untuk Sang Naga

Keajaiban demi keajaiban memukau indera penglihatan saat kami merambah Pulau Komodo, sebuah kepulauan mini yang berada di Nusa Tenggara. Hari mulai beranjak siang saat kami menjejakkan kaki di Flores, Nusa Tenggara Timur. Meski hawa panas membakar kulit, tetapi kegembiraan tetap menghiasi relung hati kami. Terlebih karena kedatangan kami disambut acara seremoni keramahan warga setempat.

Taman Nasional Komodo terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur . Kawasan lindung ini meliputi wilayah darat dan laut seluas 1.817 kilometer persegi, terdiri dari pulau besar, Komodo dan Rinca, serta beberapa pulau kecil, antara lain Padar, Gili Motang, dan Kode. Sekitar 2.500 ekor komodo menyebar di hamparan tanah, sabana, pantai, rawa, bakau, dan liang-liang di pulau mungil yang terletak di Nusa Tenggara ini.

Taman Nasional Komodo ditetapkan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo dan habitatnya . Pada tahun 1986, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO. Lima tahun kemudian, tempat satwa langka berpenampilan purba ini, berkembang biak dan ditetapkan sebagai situs alam warisan dunia (world heritage site).

Meski berpenampilan purba, komodo berkemampuan bionik . Komodo dapat melihat sejauh 300 m dan dapat mendeteksi bangkai daging sejauh 4 – 10 km, ia juga dapat berlari cepat hingga 20 km per jam, berenang, menyelam, dan memanjat pohon. Spesies kadal raksasa ini memiliki rata-rata ukuran tubuh 2 -3 meter dengan berat 70 – 160 kg. Meski demikian, predator ulung ini rentan kepunahan, karenanya harus dilindungi dan dilestarikan. Pesan jagawana (petugas yang memelihara komodo), saat berjalan di pulau ini, jangan menggoyangkan barang bawaan seperti tas, karena akan mengundang perhatian komodo.


Komodo

Komodo tidak menunjukkan kegarangannya yang menakutkan seusai menangkap satwa hasil buruannya, seperti kambing atau kerbau. Mereka tampak tenang dan wajahnya diliputi rasa kenyang. Tapi sorot matanya tetap garang, seolah menyiratkan beware of the dragon. Demi keamanan, berdirilah 3 -6 meter dari kawanan komodo.

Tujuan wisata berikutnya yang kami tuju adalah Pantai Pink di Pulau Komodo. Di sini kami berenang, dan menyelami nirwana bawah laut, snorkeling. Butiran pasirnya benar-benar pink , Anda bisa mengantungi butiran pasir yang berwarna pink ini sebagai salah satu cenderamata terindah dari Pulau Pink. Tak terasa kami sudah sekitar tiga jam bermain di Pantai Pink dan menyelami nirwana bawah lautnya. Semburat warna jingga tampak memenuhi angkasa, pertanda malam kian mendekat. Kini saatnya kembali menempuh tujuan akhir pulang ke Bogor, dengan berjuta kenangan indah tentang Pulau Komodo. Selamat menelusuri pulau komodo dan bersenang-senang.


Pantai Pink

Oleh : Bobby Prabawa
Referensi
1. National Geographic, Traveler, Vol 1 No. 4, 2009

Gambar
http://bern33.blogspot.com/2013/08/surga-diujung-paling-barat-nusa.html


Related Posts :