Kamis, 20 November 2014

Rahasia dan Keunikan Olah Raga Fahombo

Nias, Rasanya kita sudah tidak asing jika disuguhkan nama daerah yang satu ini. Para wisatawan biasanya berkunjung ke pulau ini untuk menikmati keindahan alamnya, salah satunya adalah untuk berselancar di wisata baharinya. Selain keindahan alam nias juga memiliki nilai jual yang sangat mahal, yaitu tradisi fahombo, olah raga lompat batu.

Olah raga lompat batu ini adalah suatu kebudayaan dari masyarakat Nias yang sudah ada sejak nenek moyang mereka, tradisi itu turun menurun sejak berabad-abad. Adapun olah raga ini hanyalah diwariskan oleh lelaki saja yang umurnya sudah mencapai dewasa. Kendati demikian tidak semua lelaki yang bisa melewati batu setinggi dua meter tersebut walau sudah berlatih mulai sejak kecil. Ada pesan mistik di sana, masyarakat rupanya meyakini bahwa selain latihan ada roh leluhur yang memengaruhi kesuksesan para lelaki untuk bisa melewati batu dengan sempurna. Hanya lelaki yang mendapatkan pertolongan atau yang dikehendaki roh para leluhur saja yang bisa melewati batu dengan sempurna.

Pada mulanya tradisi olah raga lompat batu ini merupakan tradisi yang tercipta dari kebiasaan perang antar desa dari setiap suku-suku yang ada di pulau unik ini. Nias memiliki masyarakat yang terkenal memiliki watak yang keras dan mewarisi budaya pejuang perang yang kuat dan berambisi. Bila dilihat dari latar belakangnya, pulau ini ternyata dahulunya setiap suku di pulau Nias sangat suka berperang karena terpengaruh oleh dendam. Perselisihan perbatasan tanah dan perbudakan adalah pemicu yang selalu menimbulkan perang. Dari situlah muncul kebiasaan Nias yang kemudian membudaya, sejak itu pula setiap desa membentengi wilayah mereka dengan batu-batu yang tingginya dua meter supaya tidak mudah bagi desa lain untuk mengusik perbatasan.



Sebelum olah raga ini dilakukan biasanya para pemain fahombo agar biasa melewati dinding batu bertebalkan 40 cm dan ketinggian dua meter ini memohon kepada para arwah dan leluhur mereka, meminta izin supaya bisa melompati terjalnya batu yang di hadapan mereka, serta meminta untuk dihindarkan dari kecelakaan dan bencana bagi para pelompat ketika sedang mengudara di atas batu hingga menjatuhkan diri ke atas tanah. Ini dilakukan karena banyak juga diantara pemain fahombo ini yang kecelakaan saat berusaha melompati batu itu, ada yang patah tulang, memar di badan dan lain sebagainya.

Pulau seluas 5.625 km2 dengan dikelilingi samudra Hindia dan berpenduduk 700.000 jiwa itu memiliki keeksotisan olah raga tradisional yang begitu memukau untuk disaksikan. Karena sulitnya olah raga ini tidak semua lelaki dapat melakukannya. Maka dari itu setiap pemuda yang bisa melompati batu akan menjadi kesatria di kampungnya. Ini berawal karena saat terjadinya peperangan antar desa maka prajurit yang melakukan penyerangan harus memiliki keahlian melompat untuk menyelamatkan diri mereka sendiri, karena setiap desa di wilayah Teluk Dalam hampir semua dikelilingi oleh pagar dan benteng desa yang terbuat dari batu.



Bagi mereka yang mampu melompati batu pada zaman dahulunya disebut sebagai pemburu kepala manusia, dan bagi mereka yang lolos dari perangkap musuh itulah yang kemudian akan pulang ke kampungnya dengan penghormatan serta di puji-puji sebagai pahlawan. Tak heran jika desa-desa di Nias didirikan di atas perbukitan atau pegunungan agar musuh tidak mudah untuk masuk dan mereka yang sebagai penyusup tidak mudah melarikan diri, budaya dan tradisi yang ada di Pulau Nias masih sangat melekat pada diri mereka. Dan fahombo adalah salah satu keunikan dan warisan budaya yang dimiliki Indonesia yang harus tetap di lestarikan dan dijaga keasliannya.

Oleh : Ade Sundari
Sumber & Referensi :
http://www.indonesia.travel/id/destination/730/pulau-nias/article/137/tradisi-lompat-batu-di-pulau-nias
http://yoyo, travel.blogspot.com/2008/12/lompat-batu-atau-fahombo-batu-kota-nias.html
Sumber Gambar :
http://www.indonesia.travel/id/destination/730/pulau-nias/article/137/tradisi-lompat-batu-di-pulau-nias
http://kepulauannias.com/tradisi-lompat-batu-tantangan-bagi-pria-sejati-di-nias/


Related Posts :