Senin, 10 November 2014

Menikmati Dieng Culture Festival

Sudah pernah mencicipi indahnya dan dinginnya dieng?, jika belum coba sempatkanlah sebentar untuk menikmati apa yang dimiliki oleh dieng. Terletak di dataran tinggi yang merupakan gabungan 2 kabupaten, yaitu kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo. Banyak tempat wisata yang bisa dinikmati di Dieng, mulai dari kawahnya, candinya, telaganya, maupun tempat ternyaman untuk menikmati sunrise. Kalau kalian ingin mendapatkan tempat terbaik menikmati sunrise cobalah untuk mencicipi bukit Sikunir dan Prau.

Bukit Sikunir memang bukanlah bukit yang tinggi tetapi dari sana kita bisa menikmati golden sunrise yang akan sulit didapatkan ditempat lain. Lain halnya dengan Prau yang lumayan menempuh waktu lama untuk mendakinya tetapi jika sudah sampai di sana kita bisa menikmati sunrise lengkap dengan puncak-puncak gunung terdekat seperti Sindoro, Sumbing, Merapi, Lawu, Merbabu.

Dieng juga mempunyai acara tahunan yang selalu menjadi pusat perhatian dan sangat disayangkan untuk dilewatkan. Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan yang digelar oleh pemerintah daerah untuk semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Dieng. Yang menjadi hal utama dari festival Dieng ini adalah adanya ruwatan anak rambut gimbal. Daerah Dieng memang mempunyai khas dengan adanya beberapa anak yang memiliki rambut gimbal. Selain acara ruwatan anak rambut gimbal yang menarik lagi adalah adanya suguhan kesenian tradisional khas daerah tersebut serta pesta lampion dan konser jazz di atas awan. Keseruan pesta lampion saat ribuan lampion diterbangkan ke langit-langit Dieng dipadukan dengan riuhnya konser jazz, meriahnya pesta kembang api, dan dinginnya dieng yang mencapai 0 derajat celsius. Itu akan jadi pengalaman yang sangat istimewa dan tidak bisa lepas dari ingatan.

Gambar berikut merupakan pemandangan sunrise yang bisa dilihat dari bukit Prau. Dari atas bukit tersebut terlihat beberapa puncak gunung tinggi yang berada dekat bukit Prau. Gambar ini diambil saat sebelum Dieng Festival sehingga tidak terlalu ramai, namun jika kita mengunjungi bukit Prau saat Festival Dieng maka akan sangat penuh terisi oleh orang camping.


Gambar 1. Pemandangan Sunrise Bukit Prau, Dieng.

Gambar berikut diambil saat persiapan ritual pemotongan rambut gimbal dimulai yang terletak di kompleks candi Arjuna. Para pengunjung yang sudah membeli tiket paket Festival Dieng bisa menikmati ritual tersebut dari jarak dekat, tetapi tetap dengan menjaga kesakralan selama acar tersebut berlangsung.


Gambar 2. Persiapan ritual pencukuran rambut anak gimbal di Kompleks Candi Arjuna Dieng

Konser jazz yang diberi judul “Jazz di atas awan” memberikan kesempatan kepada musisi jazz lokal untuk bisa berkontribusi di dalamnya selain itu pula juga ada musisi jazz dari luar kota seperti Bandung dan Jakarta yang turut memeriahkan acara ini. Cocok sekali untuk mereka yang penggemar musik jazz karena pastinya mereka akan dipuaskan dengan kehadiran lebih dari 20 penampil. Gambar berikut merupakan acara penerbangan ratusan lampion oleh para pengunjung Festival Dieng pada saat adanya konser “Jazz di atas Awan” pada malam hari. Akan ada ratusan warna-warni lampion yang menerangi langit di sekitar kompleks candi Arjuna tempat konser jazz diadakan.


Gambar 3. Pesta lampion saat Dieng Culture Festival

Acara Dieng Culture Festival ini sudah diadakan sebanyak 5 kali, dan akan menjadi agenda rutin tahunan. Ini menjadi salah satu cara ampuh yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menarik minat wisatawan dari luar daerah dan juga untuk menambah pendapatan daerah melalui sektor ekonomi. Untuk tiket yang dijual di festival Dieng tahun ini saja langsung ludes terjual secara online dengan kisaran harga sekitar 150-250an, dan kebanyakan pengunjung justru datang dari daerah-daerah jauh seperti Jakarta, Bandung, bahkan dari luar Jawa juga banyak yang antusias untuk mengikuti festival ini.

Terbukti Indonesia masih memiliki banyak kebudayaan yang dinikmati oleh masyarakat sekitar, tidak hanya Dieng yang memiliki festival kebudayaan tetapi di banyak tempat juga masih banyak yang yang menggelar festival-festival kebudayaan dengan tujuan sama untuk menarik minat wisatawan.

Oleh : Sisca Yohanna
Referensi foto :
1. Dokumen/koleksi pribadi (Fransisca Yohanna)
2. http://infodiengculturefestival.files.wordpress.com/2014/01/diengculturefestival.jpg
3. http://www.dieng.id/wp-content/uploads/2014/05/lampion.jpg


Related Posts :