Selasa, 04 November 2014

Goa-goa Jepang yang Tertinggal di Indonesia

Dahulu, saat Jepang masih menjajah Indonesia, Jepang sangat suka memanfaatkan goa sebagai tempat pertahanan, perlindungan diri dari penyerangan, maupun menyimpan amunisi dan senjata. Selain memanfaatkan goa-goa yang terbentuk secara alami, Jepang juga gemar membuat goa dengan memanfaatkan tenaga masyarakat Indonesia yang lebih dikenal dengan Kerja Romusha. Selama Jepang menguasai Indonesia, ada banyak goa yang digunakan dan kini setelah Indonesia merdeka, goa-goa Jepang itu menjadi situs peninggalan sejarah. Berikut beberapa Goa Jepang yang tersebar di berbagai sudut Indonesia:

1. Goa Jepang di Biak, Papua

Goa ini memiliki banyak bilik kecil yang digunakan sebagai tempat beristirahat. Selain itu terdapat juga tiga ruangan besar yang saling terhubung dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ruangan I digunakan sebagai gudang penyimpanan bahan makanan dan obat-obatan, alat-alat komunikasi dan peralatan perang. Ruangan II digunakan sebagai tempat perawatan orang sakit, sementara ruangan III digunakan sebagai tempat rapat. Kuatnya kekuatan pertahanan goa ini membuat pasukan sekutu melumpuhkan goa dengan menembaki drum-drum bahan bakar dari udara. Akibatnya sekitar 3000 tentara Jepang tewas di dalam goa.


1. Goa Jepang di Biak

2. Goa Jepang di Bali

Goa ini terdiri dari 16 buah lubang yang saling berhubungan dan dibuat di dinding tebing, tepatnya di atas Sungai Tukad Bubuh. Pada tahun 1941, goa ini dibangun agar Jepang terlindung dari serangan pasukan Sekutu. Goa dengan banyak lubang seperti ini juga terdapat di Nusa Penida dan digunakan sebagai tempat pengintaian aktivitas di Selat Lombok. Goa Jepang ini berada di Banjar Koripan, Kecamatan Banjarangkan, Bali.


2. Goa Jepang di Bali

3. Goa Jepang di Sumatera Barat

Goa ini berada di Kota Bukittingi dan dibuat oleh rakyat Indonesia atas perintah Jepang. Goa Jepang ini memiliki banyak terowongan yang dulunya digunakan untuk tempat menyimpan amunisi, ruang rapat, ruang penyiksaan dan penyerangan, penjara dan dapur. Saat ini, Goa Jepang telah menjadi objek wisata dengan penerangan di setiap sudut goa. Untuk bisa menyusuri goa, wisatawan bisa menggunakan jasa pemandu wisata dengan tarif yang telah ditentukan pihak pengelola.


3. Goa Jepang di Sumatera Barat

4. Goa Jepang di Kokas, Papua

Goa ini dibangun dengan posisi menghadap ke laut. Dengan begitu, tentara Jepang bisa dengan mudah memantau kapal-kapal Sekutu. Saat ini, Goa Jepang Kokas dijadikan sebagai objek wisata. Untuk menyusuri gua, wisatawan harus membawa senter karena kondisi goa benar-benar gelap. Dengan kondisi cahaya yang minus, wisatawan harus meraba setiap sudut goa dan merasakan setiap detailnya, termasuk ruangan-ruangan bersekat yang menyerupai kamar tidur. Seusai menyusuri goa, wisatawan bisa menikmati pemandangan laut yang indah di depan goa.


4. Goa Jepang di Kokas

5. Goa Jepang di Pangandaran, Jawa Barat

Goa ini dibangun dengan sistem Romusha pada tahun 1942 selama satu tahun. Dinding gua terbuat dari batu karang keras tanpa sedikit pun penerangan. Pada dinding goa terdapat juga beberapa lubang ventilasi berukuran 1 meter. Pada masa peperangan, goa ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para tentara Jepang. Goa Jepang ini tidak pernah direnovasi sehingga keasliannya masih terlihat. Oh ya, di sekitar gua banyak terdapat monyet yang berkeliaran.


5. Goa Jepang di Pangandaran

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://saudaratua.wordpress.com/2011/06/29/kisah-tragis-kuzume-naoyuki-di-biak-papua/
2. http://www.klungkungkab.go.id/index.php/baca-pariwisata/93/Goa-Jepang
3. http://fhetanblog.wordpress.com/goa-peninggalan-jepang/
4. http://musdinopapua.blogspot.com/2013/02/peninggalan-sejarah-di-kokas-papua.html
5. http://fhetanblog.wordpress.com/goa-peninggalan-jepang/


Related Posts :