Jumat, 07 November 2014

Asyiknya Berbelanja di Pasar Terapung Lok Baintan

Berkunjung ke Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, tidak akan lengkap rasanya bila tidak mengunjungi pasar terapung Sungai Martapura. Ada dua pasar terapung di Banjarmasin yaitu Pasar Muara Kuin yang berada di tengah kota dan dapat dicapai dari Banjarmasin dengan waktu tempuh 10 menit dan Pasar Lok Baintan di Kecamatan Sungai Tabuk.

Bila dibandingkan, Pasar Lok Baintan jauh lebih besar, lebih sibuk, dan lebih ramai dibanding Pasar Muara Kuin. Dalam bahasa Banjar, Lok berarti kelokan sungai. Pasar terapung ini berada tepat di atas Sungai Martapura dan untuk mencapainya, pelancong bisa menyewa ojek perahu dari dermaga di Banjarmasin. Tarif yang berlaku sekitar Rp 300.000 dengan terlebih dahulu menyusuri Sungai Barito dan Martapura.

Sepanjang perjalanan para pelancong akan disuguhi pemandangan perkampungan pinggiran sungai dan hutan di kanan-kiri sungai. Setibanya di Pasar Lok Baintan, kita bisa melihat ratusan perempuan yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari di atas sampan kayu. Barang-barang di pasar terapung ini jauh lebih variatif dibanding di Pasar Muara Kuin. Dan yang lebih mengasyikkannya lagi, dermaga pasar ini memiliki jembatan gantung sebagai tempat penyeberangan. Bagi yang gemar memotret, dari atas jembatan gantung ini banyak objek yang bisa diambil, baik itu anak-anak sekolah maupun sampan-sampan kayu milik para ibu. Pasar Lok Baintan ini berkumpul ke utara jembatan, tetapi posisinya yang selalu bergerak membuat pasar terapung ini bisa berada di bawah jembatan jika hari menjelang siang.


1. Dermaga Lok Baintan

Bagi anda yang gemar memotret, sebaiknya datanglah pada pagi hari sekali. Sehari sebelumnya kita bisa menyewa kapal sehingga dapat berangkat pukul lima pagi dari Banjarmasin. Satu jam kemudian, kita sudah bisa tiba di Pasar Lok Baintan dan bertemu dengan para pedagang yang baru datang. Di waktu-waktu seperti ini juga pemandangan pasar akan lebih indah oleh karena keramaiannya yang berpadu dengan sinar matahari terbit. Ada banyak hal yang bisa diabadikan di pasar ini. Untuk bisa mendapatkan potret pedagang yang tengah berada di sampan, kita bisa meminta agar ojek kapal yang ditumpangi mendekat kepada para pedagang, bergabung dalam riuhnya pasar terapung pagi itu. Pasar ini didominasi pedagang sayuran dan buah-buahan. Selain itu bila ingin makan, kita bisa membelinya di kedai-kedai terapung yang juga berseliweran, seperti kue tradisional dan lontong.

Biasanya pasar akan terlihat megah pada saat musim jeruk dan rambutan pada bulan September hingga Desember. Sayangnya, kondisi iklim yang kini tidak menentu membuat musim buah pun tidak menentu. Sementara itu pada musim panen padi, pasar relatif sepi karena masyarakat berada di sawah. Faktor iklim yang tidak menentu sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen yang akan dijual, yang tentu akan memengaruhi situasi pasar.


2. Posisi Sampan Di Bawah Jembatan

Kondisi geografis Banjarmasin banyak dilalui oleh sungai sehingga hampir seluruh aktivitas perekonomian memanfaatkan perairan. Situasi geografis ini pun menjadi keunggulan masyarakat Banjarmasin karena memanfaatkan kearifan lokal yang sudah turun-temurun. Salah satu kearifan lokal tersebut adalah pasar terapung yang hanya bisa ditemukan di Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Karena kelangkaannya, pasar terapung pun menjadi salah satu tujuan wisata di Banjarmasin yang menarik bagi para wisatawan.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Floating_Market_Lok_Baintan,_Lok_Baintan_Port.JPG
2. http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-163-eksotika-pasar-terapung-lok-baintan.html


Related Posts :