Jumat, 04 Juli 2014

Menikmati Hijau dan Sejuknya Situ Patenggang, Jawa Barat

Ciwidey memang memiliki nuansa alam yang elok. Selain Kawah Putih, masih ada Situ Patenggang yang tidak kalah cantik. Letaknya juga tidak jauh dari Kawah Putih. Situ Patenggang sendiri berasal dari bahasa Sunda, di mana Situ berarti danau sedangkan Patenggang berarti saling mencari. Konon katanya, asal muasal terciptanya Situ Patenggang erat kaitannya dengan kisah percintaan antara Ki Santang, seorang Putra Prabu dan Dewi Rengganis, Putri Titisan Dewi. Sekian lama mereka harus berpisah, namun karena besarnya cinta di antara keduanya, mereka pun berusaha saling mencari, hingga akhirnya kembali bertemu di tempat, yang saat ini disebut “Batu Cinta”. Setelah bertemu, Dewi Rengganis pun meminta Ki Santang untuk membuatkan danau berikut perahu yang akan digunakan untuk berlayar. Konon, perahu yang dibuat oleh Ki Santang kini telah menjadi pulau yang berbentuk hati, yang dinamakan Pulau Asmara. Masih menurut cerita, pasangan mana pun yang mengelilingi Pulau Asmara kelak kisah cintanya akan abadi seperti kisah cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Letak Situ Patenggang yang tidak jauh dari Kawah Putih membuat kebanyakan wisatawan yang menggunakan jasa angkutan umum, mengambil double trip, yaitu Kawah Putih dan Situ Patenggang. Bagi anda yang menggunakan angkutan umum, anda bisa melakukannya dengan mengikuti rute Terminal Leuwi Panjang-Terminal Ciwidey-Kawah Putih-Situ Patenggang, dengan mengeluarkan kocek Rp 70.000 (sudah termasuk tiket Kawah Putih-Situ Patenggang). Jika anda tidak mengambil double trip, dari Kawah Putih, anda bisa menggunakan jasa ojek menuju Situ Patenggang. Untuk masuk ke dalam lokasi, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 15.000,-, tarif minibus Rp 11.000,-, dan tarif bus Rp 22.000,-.

Wisata alam Situ Patenggang memang nyaman sekali. Sejuknya udara bahkan di siang hari sekalipun membuat kita merasa damai. Sepanjang perjalanan, kita bisa melihat hamparan hijau perkebunan teh dan danau alam yang benar-benar indah. Suasana alami yang disuguhkan Situ Patenggang sungguh menyejukkan. Untuk menyusuri danau, anda bisa menggunakan jasa sewa perahu dengan kisaran harga Rp 150.000-Rp 250.000 per perahu atau bisa juga dengan menggunakan Angsa-Angsa yang berkisar Rp 25.000-Rp 50.000.


(Sumber: http://promobdg.com/isi/uploads/2013/02/cerita-batu-cinta.jpg)

Setelah puas berjalan-jalan di sekitaran danau, sempatkan diri anda untuk berwisata belanja ataupun kuliner. Ada banyak penjual makanan dan oleh-oleh. Sore itu, kami pun menyempatkan diri untuk melihat oleh-oleh yang kebanyakan dodol dan strawberry. Jangan kaget bila saat sore harga jual oleh-oleh yang dijajakan dengan berjalan bisa turun drastis dibanding pagi dan siang hari. Itu semua dilakukan agar dagangan mereka habis terjual. Selain makanan, ada banyak penjual T-shirt yang menyediakan aneka T-shirt dengan gambar yang menarik tentang Jawa Barat dengan kisaran harga Rp 15.000-Rp 50.000, tergantung dari kualitas dan ukuran T-shirt.


(Sumber: http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/08/10/167144_situ-patengan_663_382.jpg)

Bagi wisatawan yang lebih suka wisata murah, mungkin wisata Situ Patenggang terkesan mahal dengan tiket masuknya, namun bila dilihat kembali pemandangan indah dan kesejukan yang bisa didapatkan, tentunya anda akan berpikir ulang untuk mengurungkan niat mengunjungi Situ Patenggang. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos cinta Situ Patenggang, objek wisata alam satu ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Oleh : Rahel Simbolon


Related Posts :