Rabu, 26 Februari 2014

Masjid Istiqlal, Kebanggaan Bangsa Indonesia

Sebagai rakyat Indonesia kita merasa bangga atas keberadaan Masjid Istiqlal. Alasannya, masjid ini tercatat sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid Istiqlal dibangun di atas lahan seluas 9,5 hektar. Di sana juga terdapat halaman parkir, taman yang luas, kolam air mancur, dan sungai yang mengelilinginya.

Coba bayangkan, pembangunan Masjid Istiqlal menghabiskan dana sebesar 7 miliar rupiah dan US$12 juta. Ditambah dengan sumbangan dari rakyat Indonesia berupa semen, kayu, maupun batu bata. Pembangunan ini pun dilakukan pada tahun 1960-an. Wow, menakjubkan! Tahun 1960 untuk mendapatkan uang sebanyak itu sangatlah tidak mungkin jika dipikir dengan logika kita. Karena pada zaman tersebut kondisi perekonomian Indonesia belumlah stabil.

Pembangunan Masjid Istiqlal sendiri memerlukan waktu selama 17 tahun. Dibangun mulai tahun 1961 di era Presiden Soekarno dan diresmikan pada 22 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto.

Sebenarnya, lokasi Masjid Istiqlal dahulu merupakan Benteng Belanda. Pada saat itu, Presiden Republik Indonesia ke-1 yaitu Ir. Soekarno menyetujui untuk menghancurkan benteng tersebut dan membangun Masjid Istiqlal. Menurut Presiden Soekarno, penghancuran Benteng Belanda itu sebagai simbol perpindahan zaman yaitu zaman penjajahan menuju kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, Masjid Istiqlal sebagai simbol kemerdekaan Bangsa Indonesia. Pembangunan masjid ini sebagai wujud rasa syukur Bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Nama Istiqlal itu sendiri berasal dari Bahasa Arab yang berarti kemerdekaan.

Perlu diketahui bahwa apabila dilihat dari jumlah jemaahnya, Masjid Istiqlal merupakan masjid terpadat ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kapasitas masjid ini mampu menampung 200.000 orang. Hal ini akan terlihat semakin padat pada saat Idul Fitri maupun Idul Adha hingga para jemaah menempati jalan raya. Untuk shalat jumat saja, jumlah jemaah mencapai 30 hingga 50 ribu orang.



Di Masjid Istiqlal ini tidak hanya untuk dikunjungi oleh orang-orang muslim saja tetapi non muslim pun dapat berkunjung ke masjid ini. Karena di tempat ini juga diadakan acara dialog agama. Masjid Istiqlal buka mulai pukul empat pagi hingga pukul sepuluh malam. Hanya di bulan Ramadhan saja masjid buka 24 jam.

Masjid Istiqlal memiliki empat bagian gedung, diantaranya: pertama, Gedung Induk merupakan tempat shalat utama berkapasitas 16 ribu orang dan memiliki 12 pilar. 12 pilar ini melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Pada bagian gedung induk terdiri atas lima lantai yang merupakan lambang Rukun Islam dan Pancasila.

Kedua, Gedung Penghubung. Letaknya di lantai atas.dapat menampung 8 ribu orang. Di atasnya terdapat sebuah kubah berdiameter 8 meter. Hal ini melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia yaitu Agustus.

Ketiga, teras raksasa berukuran 19.800 meter persegi dan dapat menampung 50 ribu jemaah. Biasanya di tempat ini digunakan berbagai kegiatan seperti manasik haji, kegiatan keagamaan hingga syuting film.

Keempat, menara dan beduk. Menara Istiqlal mencapai 66,66 meter. Hal ini melambangkan jumlah ayat Al-qur’an 6.666 ayat. Puncak menara terbuat dari baja tahan karat seberat 28 ton dan tinggi 30 meter. Diameter beduknya mencapai 1,7 meter.

Oleh: Wahyu Inayah


Related Posts :