Kamis, 27 Februari 2014

Eksotika Alam Hutan Kina Bukit Unggul

Dulu, ada sebuah cerita di mana segerombolan orang terpaksa mengungsi ke hutan. Tetapi kehidupan di sana memang berat. Satu persatu mereka sakit dan meninggal dunia. Semua gejalanya sama. Badan terasa sakit, berkeringat disertai demam yang tinggi. Tetapi ada seorang yang mampu bertahan hidup. Dalam kesendirian dan rasa sakit, ia merayap mencari sumber air. Ketika sampai di kubangan, ia pun segera meminum air itu. Anehnya, semakin lama sakitnya malah semakin baik. Setelah diselidiki, ternyata ada khasiat obat di kubangan itu. Dan pohon tumbang yang terendam air itulah penyebabnya. Ternyata, itulah pohon kina yang sampai kini terkenal menjadi obat penyakit malaria.

Dan sensasi pohon kina itu bisa kita temukan pada sebuah agrowisata bernama Bukit Unggul. Ini merupakan kawasan hutan kina yang dikelola oleh PTPN VIII. Bahkan ada pabrik pengolahannya juga. Kawasan ini terletak di desa Cipanjalu kecamatan Cilengkrang kabupaten Bandung. Letaknya unik, karena ada di tengah, berbatasan dengan kabupaten Bandung Barat (kecamatan Lembang), kabupaten Subang, kabupaten Sumedang dan kota Bandung. Lokasinya sekitar 11 km dari arah alun-alun Ujungberung, Bandung. Tapi bisa juga dicapai dari arah Cibodas Lembang sejauh 17 km.

Jalan menuju arah sana memang tidak bagus. Apalagi sejak dari desa Ciporeat, keadaannya berlubang dan berbatu-batu. Tetapi apa yang akan didapatkan sungguh merupakan suatu kepuasan. Bagaimana bebauan pepohonan menusuk hidung. Angin hutan bertiup sepoi-sepoi menyegarkan badan. Suatu keadaan yang sangat kontras dengan kota yang penuh polusi dan kebisingan.

Sepanjang kanan kiri jalan diapit jurang dan bukit yang penuh pohon kina atau Eucalyptus. Bunga-bunga liar pun seolah tak mau kehilangan pesona, tumbuh dengan suburnya. Tak puas rasanya mata memandangi eksotika gunung dan bukit di sekitarnya. Bagi aku pribadi, inilah refreshing yang sebenarnya.



Jalanan memang cukup sepi. Tak banyak orang berlalu lalang. Juga tak banyak rumah di kiri kanan jalan. Tapi sering kita berpapasan dengan grup pecinta sepeda yang ingin menaklukkan medan yang cukup berat. Bagi mereka, wisata Bukit Unggul mempunyai tantangan tersendiri. Selain jalannya yang tidak bersahabat, arealnya menanjak terus. Pastinya dibutuhkan stamina yang prima untuk menggowes sepedanya.

Masuk kawasan hutan lebih dalam, jalannya juga cukup besar. Kami lalu berhenti di sebuah warung untuk minum dan beristirahat sejenak. Ada beberapa rumah penduduk sederhana. Sambil minum kami berbincang dengan seorang bapak yang sudah lama tinggal di sana. Ia menunjukkan bukit-bukit yang mengelilingi tempat kami berada. Jaraknya terlihat cukup dekat. Ada gunung Palasari, gunung Manglayang dan bukit Tunggul yang terlihat paling dekat.

Lalu dia menceritakan sesuatu yang unik. Katanya kalau pergi ke pasar, penduduk harus menempuh perjalanan sejauh 17 km ke Lembang. Dan bukan ke Ujungberung yang jaraknya lebih dekat. Hal itu dikarenakan akses ke Lembang lebih bagus dengan tersedianya sarana transportasi berupa ojek dan jalan yang lebih bagus.

Setelah istirahat sejenak, atas petunjuk bapak itu, kami melanjutkan perjalanan. Kawasan wisatalah tujuannya. Di sana kami disuguhi berbagai pemandangan yang lebih menakjubkan lagi. Selain penangkaran rusa, kami juga bisa melihat camping ground. Ada juga sebuah pemancingan yang dikelilingi taman dengan bunga-bunganya yang menawan. Airnya tercurah menjadi semacam air terjun buatan menuju sungai. Tempat itu dinamakan situ Sangkuriang.

Melewati sungai banyak batu-batu besar yang cocok untuk mereka yang suka bernarsis ria. Latar belakangnya benar-benar hutan alami yang gelap dan cukup menyeramkan. Ada alur sungai yang airnya jernih sekali. Tapi kita harus melewati jembatan dari kayu yang kalau diinjak akan sedikit bergoyang.

Oh ya, beberapa kali kami berpapasan dengan burung perkutut yang hinggap. Rasanya ingin sekali menangkapnya karena lucu. Tetapi , tentu saja tidak kami lakukan. Kami kan harus menjaga kelestarian alam. Semoga saja burung-burung itu tidak ada yang menangkap untuk dipelihara. Keberadaan mereka yang bebas biarlah tetap jadi penyeimbang alam.

Keluar dari kawasan itu, menuju arah lain kita bisa melihat pemandangan taman dengan air terjunnya yang eksotik. curug Batu Sangkur Dekat sana ada taman bertingkat yang dipenuhi bunga-bunga aneka rupa. Belum saung-saung yang disebarkan di beberapa lokasi memudahkan pengunjung untuk mengaso dan menikmati pemandangan dari atas.

Bagi mereka yang menyukai tantangan bisa mencoba flying fox. Wow, pasti tak akan terlupakan mencoba tantangan satu itu. Bayangkan saja, meluncur dari ketinggian dengan pemandangan warna-warni taman yang indah. Sayangnya, aku tidak punya keberanian melakukan itu.

Oh ya, kalau mau berekreasi ke Bukit Unggul, sebaiknya membawa persediaan makanan dan air dari rumah. Sebab, hanya ada sedikit warung yang berjualan. Kawasan ini belum ramai seperti kawasan wisata lainnya. Tetapi bagi aku, sekali lagi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Oleh : Dewi Iriani


Related Posts :